Mewarnai Rambut Tidak Harus Bleaching, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengecat rambut. Shutterstock

    Ilustrasi mengecat rambut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika ingin mewarnai rambut dengan warna tertentu, biasanya Anda harus melakukan proses bleaching terlebih dulu. Namun, proses ini tidak harus selalu dilakukan. Ada beberapa hal yang menyebabkan rambut seseorang harus melakukan proses bleaching sebelum dicat?

    Head of Education L’Oréal Professionnel Indonesia, Indra Tanudarma, mengungkapkan pigmen rambut orang Indonesia berwarna merah dan kuning. Hal ini yang membuat rambut menjadi warna oranye ketika di-bleach. Warna ini termasuk dalam warna hangat.

    "Kalau kita punya pigmen yang dasarnya adalah hangat, kita masukkan warna apapun akan terus keluar warna hangat," papar Indra ditemui usai peluncuran produk pewarna rambut #COLORFULHAIR di Jakarta, Kamis 1 Maret 2018. 

    Baca juga: Memahami Alasan Wanita Mengganti Warna Rambut  

    (Depositphotos)

    Baca juga: Rambut Rusak Diwarnai, Michelle Ziudith Bagi Tips Perawatannya

    Namun, warna hangat ini tidak cocok dengan kulit sebagian orang Indonesia yang lebih cocok dengan warna dingin. Untuk memperoleh warna dingin, rambut perlu melewati proses bleaching supaya warna dingin bisa tampak di rambut.

    Proses bleaching ini tak selamanya harus sampai rambut berwarna putih. "Kuncinya, konsultasikan dengan hairdresser Anda," ujar Indra. Yang termasuk dalam warna hangat adalah kuning, hijau daun, peach, oranye. Sedangkan, warna biru, ungu, tosca, pink termasuk warna dingin.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.