Tips Fashion, 3 Langkah Mudah Merawat Pakaian Berbahan Rajut

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengenakan Sweater. Wardrobelooks.com

    Ilustrasi wanita mengenakan Sweater. Wardrobelooks.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu item fashion yang wajib dikenakan saat musim hujan adalah sweater. Selain berfungsi menghangatkan tubuh, padu padan sweater dengan item fashion lainnya dapat membuat penampilan terlihat modis. 

    Namun, pakaian berbahan rajut ini membutuhkan perawatan yang berbeda dibanding bahan lainnya. Hal ini agar kualitas bahan tetap terjaga dan tidak mudah rusak. Berikut ini 3 langkah mudah merawat pakaian berbahan rajut. 

    Baca juga: 5 Urusan yang Dihindari Penggila Fashion

    #1. Hindari menggantung pakaian rajut
    Langkah yang paling mudah dalam perawatan pakaian berbahan rajut adalah dalam hal penyimpanan. Sebaiknya simpan pakaian berbahan rajut dengan cara dilipat bukan digantung. Saat menggantung pakaian rajut dapat memepengaruhi bentuk pakaian, karena bahannya yang lentur. 

    Baca juga: Trik Fashion Tampil Kasual dengan Padu Padan Blazer 

    Pakaian rajut jangan digantung ya (dok. unsplash)
    (dok. unsplash)

    #2. Tidak perlu terlalu sering dicuci
    Terlalu sering mencuci pakaian rajut rupanya dapat membuat bahannya cepat rusak. Tekstur dari rajutan berubah dan membuat penampilan pakaian rajut tampak tak indah lagi. Jadi sebisa mungkin jangan mudah mengotori pakaian rajut agar tidak perlu terlalu sering mencucinya. 

    Kalau ada benang yang lepas jangan malah ditarik (dok. unsplash)
    (dok. unsplash)

    Baca juga: Deretan Seleb dengan Fashion Hitam di BAFTA 2018

    #3. Jangan menarik benang rajutan yang lepas
    Jika ada benang rajutan yang lepas hindari mencabut benang tersebut. Sebaiknya gunting dan kaitkan kembali benang tersebut pada pakaian dengan bantuan jarum rajut.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.