Usia yang Tepat Wanita Mulai Gunakan Produk Perawatan Kulit

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perawatan kulit wajah.

    Perawatan kulit wajah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang merasa terlalu muda untuk mulai menggunakan produk perawatan kulit atau skin care. Padahal idealnya, produk perawatan kulit harus digunakan sedini mungkin. Hal ini bertujuan agar tanda - tanda penuaan dan masalah kulit lainnya dapat ditunda kehadirannya selama mungkin. Namun kapan tepatnya sedini mungkin itu?

    Wenda Tan, Head of Professional Affairs dari The Face Inc Group, menyebut usia 18 tahun sebagai usia ideal bagi seseorang untuk mulai menggunakan produk perawatan kulit. Rangkaian produk perawatan kulit paling umum yang bisa digunakan, antara lain pembersih, perawatan, pelindung, dan penghapus makeup khusus untuk yang menggunakan makeup

    "Jangan mulai terlalu terlambat, usia 18 tahun sudah bisa," ungkap Wenda Tan saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. Baca juga: Tutorial Makeup di Mobil Balap ala Nagita Slavina


    (Depositphotos)

    Baca juga: Ekstensi Bulu Mata Tak Murah, Sepadan dengan Hasilnya?

    Lebih lanjut Wenda Tan menegaskan, keharusan menggunakan perawatan kulit tidak hanya soal sedini mungkin, melainkan juga jangka panjang. "Ini harus dipakai untuk jangka panjang. Jika berhenti, dua atau tiga bulan, semua masalah kulit akan kembali," ujar Wenda.

    Baca juga: Innisfree Luncurkan Rangkaian Palet Makeup My Palette

    Akan tetapi, produk perawatan kulit yang digunakan dalam jangka panjang tersebut bisa saja berubah - ubah jenisnya. "Awalnya seseorang bisa saja menggunakan produk skin care khusus untuk mengatasi masalah kulit yang parah. Tapi pada fase berikutnya, bisa saja produk yang dibutuhkan berbeda karena kondisi kulitnya sudah semakin baik," kata Wenda.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.