Kunci Rambut Sehat Ada di Kulit Kepala

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rambut. Ehow.com

    Ilustrasi rambut. Ehow.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut ibarat mahkota yang tidak bisa terpisahkan dari perempuan. Sehingga perawatannya pun sangat penting, agar rambut tetap sehat dan bercahaya. 

    Perawatan utama untuk rambut yang biasa digunakan adalah sampo. Cairan pembersih rambut ini dipercaya mampu menyehatkan dan membuat rambut tetap bersih. Meskipun, memakai sampo saja tidak cukup jadi jaminan bahwa rambut akan tetap segar, sehat dan kuat.

    Baca juga:
    Maesty Ariotedjo Ungkap Masalah Rambut Setelah 36 Jam di RS
    Takaran Menggunakan Produk Perawatan Rambut yang Pas
    Gaya Rambut Melody JKT48 yang Manis dan Gampang Ditiru 

    Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Sari Chaerunnisa, masalah rambut erat kaitannya dengan kondisi kulit kepala. Kulit kepala sendiri tidak jauh berbeda dengan kulit lain yang memiliki permasalahan seperti berminyak, kering ataupun bersisik. Untuk itu, perawatan yang diberikan pada rambut harus disesuaikan dengan kondisi kulit kepala. Misalnya, kulit kepala berminyak akan menyebabkan rambut cepat lepek, sehingga disarankan untuk rajin mencuci rambut.

    Kondisi rambut normal memang pada dasarnya berkilau dan tampak bersinar di bawah cahaya. Sebab itu, jika kondisi rambut tidak lagi berkilau, berarti rambut mengalami kerusakan. "Saat rambut bercabang, itu juga masalah, karena pada dasarnya rambut itu elastis," ujar Sari.

    Selain faktor kulit kepala, intensitas mencuci rambut juga memegang peran penting. Dari ilmu kedokteran, mencuci rambut yang dianjurkan adalah tiga kali seminggu. Namun bagi orang yang memiliki kulit kepala berminyak, sebaiknya mencuci rambut setiap hari. "Kalau pakai sampo setiap hari maka kulit kepala akan kering," tambah Sari.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.