MUA Natasha Moor: Makeup Jangan Terlalu Tebal

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita make up sambil selfie. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita make up sambil selfie. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Makeup artist Natasha Moor bukan lagi nama baru di dunia tata rias. Dia sudah menjadi perias sejak duduk di kelas III sekolah dasar. Kepiawaiannya sebagai makeup artist terletak dari caranya menonjolkan kecantikan seseorang dalam tata rias yang glamor.

    Baca juga:
    Makeup untuk Hangout Setelah Pulang Kantor
    Tips Agar Makeup Tahan Lama saat Aktivitas Padat

    Mengenai mekaup untuk kegiatan sehari-hari, misalnya ke kantor atau kampus, Natasha Moor berpesan agar merias wajah senatural mungkin. "Tips pertamaku dan ini yang paling penting adalah jangan menggunakan makeup terlalu banyak,” ujar Natasha Moor di Jakarta, Jumat 17 November 2017. Untuk makeup sehari-hari, Natasha Moore hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk merias wajah.

    Selain mengingatkan agar tidak terlalu tebal menggunakan makeup, Natasha Moor mengatakan jangan menerapkan riasan yang tebal di mata bersamaan dengan warna bibir yang tebal atau gelap. Bila ingin menonjolkan riasan mata, maka imbangi dengan warna bibir yang lebih lembut atau halus, begitu juga sebaliknya. Sebab, jika menggunakan make up tebal di bagian mata dan pipi, maka wajah akan terlihat lebih tua.

    Ilustrasi make up nude atau natural. shutterstock.com

    "Jangan lupa menjaga kesehatan kulit, itu penting sekali bagi yang suka menggunakan make up," katanya. "Pastikan wajah terus terhidrasi." Ketika merias wajah, pastikan makeup sudah tertata rapi dan bersih, serta warnanya menyatu dengan sempurna. Tidak hanya wajah bersih, Natasha Moor menambahkan kuas juga harus dirawat dengan membersikannya dua kali seminggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.