4 Tips Mencuci Baju Batik agar Awet dan Tidak Kusam

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi baju batik. Shutterstock

    Ilustrasi baju batik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Batik adalah kain tradisional khas Indonesia yang cantik dan unik. Namun perawatannya bisa dibilang susah-susah gampang sehingga penting untuk menyimak tips mencuci baju batik berikut ini.

    Agar baju batik tidak luntur dan tahan lama, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menjaga kain dengan motif cantik ini. Apa saja itu?

    1. Cuci tanpa deterjen
    Saat mencuci baju batik, hindari menggunakan deterjen karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya bisa mengakibatkan terkikisnya warna batik dan menyebabkannya luntur. Sebaiknya gunakan sabun mandi atau deterjen cair khusus batik yang bisa dibeli di toserba. Cara mencucinya, campur ke dalam air dan rendam baju batik selama 20-30 menit dan kucek perlahan lalu dibilas.

    2. Gunakan air hangat
    Jika ada noda di baju batik, gunakan air hangat saat mencucinya. Caranya, cukup rendam dalam air hangat sebelum baju batik dicuci seperti di poin nomor 1. Noda yang menempel di baju batik akan lebih mudah terangkat dengan air hangat.

    3. Cuci terpisah
    Saat mencuci baju batik, jangan campur dengan baju-baju jenis lain. Hal ini agar baju-baju, baik yang batik atau bukan, tidak luntur saat dicuci.

    4. Perhatikan cara menjemur
    Setelah dicuci, jangan memeras baju batik terlalu kuat, cukup kibaskan dan jemur sebentar. Jangan menjemur baju batik di bawah sinar matahari langsung supaya tekstur dan warnanya tidak berubah menjadi kusam.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel terkait:
    Kebaya Cantik Para Tamu di Pernikahan Kahiyang - Bobby
    Dian Pelangi Ciptakan Batik Kuas, Bagaimana Cara Membuatnya
    Dian Pelangi Kenalkan Jenis Batik Baru, Batik Kuas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.