5 Energi Negatif di Kantor yang Bikin Kamu Stres

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stres di kantor. Shutterstock

    Ilustrasi stres di kantor. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang diharapkan mengeluarkan energi positif agar menjadi penyemangat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Namun kita mengakui kondisi diri tak selalu baik. Ada kalanya mood sedang turun dan semangat berkurang. Kalau ini terjadi, bisa jadi kamu sedang diserang energi negatif yang ada di sekitarmu.

    Baca juga:
    Andien Cerita Transfer Energi Negatif Orang Tua ke Anak
    10 Tanaman Rumah yang Cantik dan Memberi Energi Positif

    Salah satu energi negatif yang akan mempengaruhi suasana hati adalah kondisi di kantor, tempat kita menghabiskan setengah hari selain di rumah. Namun tidak banyak yang sadar dari mana energi negatif itu berasal.

    Profesor manajemen Wharton Nancy Rothbard mendefinisikan lingkungan kerja yang mengeluarkan energi negatif adalah ketika orang di lingkungan itu mengalami tekanan menguras jiwa dan raga, sampai membuat mereka ingin pergi dari situ. Berikut ini lima energi negatif yang bisa memicu tekanan di kantor.

    1. Rekan kerja bermasalah
    Jika atasan memasangkan kamu dengan rekan kerja yang sulit diajak bekerja sama, itu akan menjadi persoalan lain di luar urusan pekerjaan. Selain itu, apabila kamu dikelilingi rekan kerja yang terus-menerus mengeluh akan pekerjaan, atasan, atau rekan kerjanya yang lain, sadar atau tidak kamu mulai disusupi perasaan tak nyaman dan senasib dengannya.

    2. Karyawan banyak yang keluar dan masuk
    Kondisi tenaga kerja yang keluar atau resign dan masuk dengan cepat membuat suasana kerja lekas berubah. Pada dasarnya tidak ada yang bahagia dengan keadaan seperti itu dan mesti mencari tahu penyebab tingginya turnover karyawan di sana.

    3. Tak menghargai prestasi
    Kesuksesan apa pun yang kamu capai dianggap biasa-biasa saja oleh atasan. Ingat, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga apresiasi diri dan mencapai karier yang optimal. Artinya, karyawan perlu mendapat apresiasi atau insentif atas kontribusi mereka.

    4. Pertukaran ide mampat
    Lingkungan kerja yang kondusif memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan kerja tim yang sehat. Namun, jika ide sudah dibungkam dan kamu menjadi 'robot' dalam sebuah sistem di kantor, bekerja akan membuatmu tertekan.

    5. Miskomunikasi
    Sering sekali terjadi miskomunikasi antara atasan dan bawahan, juga sesama rekan kerja. Kondisi ini membuat sengkarut yang tidak perlu dan mengganggu kinerja.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.