Ilmuwan Gizi: Orang Indonesia Sebaiknya Minum 12 Gelas Sehari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum air. Shutterstock

    Ilustrasi minum air. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbeda dari anjuran ahli kesehatan selama ini, ilmuwan nutrisi Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD., menyarankan masyarakat Indonesia minum 12 gelas air sehari.

    "Orang Indonesia secara umum mengalami dehidrasi. Minimal asupan cairan itu 12 liter, bukan hanya delapan liter," ujar pria yang mendapatkan gelar doktor bidang nutrisi dari Universitas Alabama Birmingham, Amerika Serikat, di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Menurut Lantz, Indonesia yang berada di kawasan tropis menjadi alasan utama anjuran ini perlu dilakukan sehingga tak mengalami dehidrasi. Selain asupan cairan, menghindari minuman yang mengandung banyak gula juga bisa dilakukan karena dapat menyebabkan seseorang kehilangan lebih banyak cairan tubuh.

    Kemudian, sebisa mungkin menghindari konsumsi makanan panas dan makanan berat karena bisa menambah panas ke tubuh Anda. Sejumlah tanda dehidrasi yang biasa muncul antara lain kelelahan, kram kaki atau perut, sembelit, pusing, bingung, mulut kering, sakit kepala, dan migrain.

    "Kondisi tubuh dehidrasi menyebabkan sederet masalah antara lain, mengurangi fokus, dan membuat tubuh lemas," kata Lantz.

    Artikel lain:
    Gadis di Banjarmasin Kena Sindrom Sleeping Beauty, Bukan Dongeng
    Usia Penderita Stroke Kian Muda, Pola Hidup Salah Biang Keladinya
    Dokter Haekal Jadi Host di Televisi, Bawa Misi Penjernih Mitos



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.