6 Fakta Menyusui di Masa Kehamilan yang Perlu Diketahui Ibu

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yang Hilang karena Tak Menyusui

    Yang Hilang karena Tak Menyusui

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang menyadari dirinya sedang hamil ketika masih dalam masa menyusui. Hal ini membuat kekhawatiran sendiri bagi ibu, apakah harus menyapih anaknya atau tetap melanjutkan pemberian ASI.

    Berbahayakah menyusui di masa kehamilan? Berikut beberapa hal yang perlu diketahui oleh para ibu tentang menyusui ketika hamil.

    1. Menyusui ketika sedang hamil, aman
    Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan menyusui ketika sedang hamil tidak aman bagi ibu, janin, ataupun menyebabkan kelahiran prematur. Namun tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai kondisi ini.

    2. Kandungan ASI aman selama kehamilan
    Hormon kehamilan dalam aliran darah tidak mempengaruhi keamanan ASI. Para ahli mengatakan hormon kehamilan tidak akan masuk ke ASI dengan mudah dan ASI aman dikonsumsi bayi seperti ketika ibu sedang tidak hamil.

    3. Perubahan rasa ASI
    Ketika memasuki trimester kedua, ASI akan mulai berubah menjadi kolostrum. Kolostrum memiliki rasa yang lebih asin dari pada ASI biasa. Hal ini dapat merangsang anak untuk menyapih dengan sendirinya. Namun bagi sebagian anak, perubahan rasa ini tidak mengganggu mereka.

    Baca juga:
    Pakar Ingatkan Efek Buruk Menyusui di Masa Kehamilan
    Dapat Izin Dokter, Zaskia Adya Mecca Hamil Sambil Menyusui
    Saat Hamil, Zaskia Adya Mecca Enggan Berada di Rumah

    4. Produksi ASI menurun dengan wajar
    Karena hormon yang berkaitan dengan kehamilan, beberapa orang akan menyadari produksi ASI mereka menurun selama kehamilan. Berkurangnya produksi ASI ini sering terjadi meski frekuensi menyusui terus bertambah. Namun, jika anak tidak disusui sesering mungkin akan semakin merangsang berkurangnya produksi ASI.

    5. Puting perih wajar selama kehamilan
    Puting terasa perih merupakan hal yang wajar selama kehamilan. Tapi jika masih dalam masa menyusui, rasa perih ini akan semakin membuat tidak nyaman. Untuk meminimalisir rasa perih ketika menyusui, ibu dapat mengatur posisi yang lebih nyaman. Jika anak sudah cukup besar, ibu dapat meringkas waktu menyusui atau mengalihkan perhatian rasa perih pada sesuatu yang lain.

    6. Mual di pagi hari
    Beberapa ibu akan merasa menyusui memicu rasa mual yang lebih dari biasanya di pagi hari. Namun, ada juga ibu yang mual di pagi hari berkurang ketika menyusui. Santap makanan ringan yang sehat atau temukan posisi yang nyaman dalam menyusui untuk mengurangi rasa mual.

    BELLYBELLY | DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.