Rutin Cek Tekanan Darah saat Kehamilan untuk Hindari Preeklamsia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Winda Viska Ria. Tempo/Wahyu Setiawan

    Winda Viska Ria. Tempo/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Winda Viska mendapati dirinya terserang preeklamsia, yang membuat dia melahirkan anak keduanya lebih cepat dari yang diharapkan. Dia terpaksa melahirkan anak prematur melalui operasi dengan tensi 190/180 yang sangat membahayakan.

    “Preeklamsia adalah gangguan pada pembuluh darah di seluruh tubuh,” ujar dr. Achmad Mediana, SpOG, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Kemang Medical Care dan Praktek Pribadi, kepada Tempo, Selasa, 17 Oktober 2017.

    “Tingkat kematian ibu hamil masih tinggi di Indonesia. Tiga penyebab terbesarnya adalah pendarahan, infeksi, dan hipertensi,” lanjut dr. Achmad.

    Hipertensi yang berhubungan dengan preeklamsia bisa menjadi sangat berbahaya. Belum lagi akses ke dokter atau klinik yang masih kurang di daerah yang dapat menjadi penyebab kematian yang tinggi. Preeklamsia menyebabkan pembuluh darah kaku di seluruh bagian tubuh dan berakibat banyak komplikasi.

    “Gangguan ini bisa berdampak ke semua bagian tubuh, kepala menjadi pusing, pernapasan bisa menjadi sesak,” jelas dr. Achmad.

    Preeklampsia terkadang berkembang tanpa gejala apapun. Tekanan darah tinggi bisa berkembang perlahan, atau mungkin timbul secara tiba-tiba. Pemantauan tekanan darah adalah bagian penting dari perawatan prenatal karena tanda pertama preeklamsia biasanya kenaikan tekanan darah.

    Penyebab pasti preeklamsia melibatkan beberapa faktor, dimulai di plasenta, organ yang memberi nutrisi pada janin selama kehamilan. Pada awal kehamilan, pembuluh darah baru berkembang dan secara efisien mengirim darah ke plasenta.

    Pada wanita dengan preeklamsia, pembuluh darah ini sepertinya tidak berkembang atau tidak berfungsi dengan baik. Pembuluh itu lebih sempit dari pembuluh darah normal dan bereaksi berbeda terhadap sinyal hormonal dan membatasi jumlah darah yang bisa mengalir.

    “Karena itu, sangat penting untuk sering melakukan cek dengan dokter kandungan pada saat hamil,” ujar dr. Achmad.

    Karena sakit kepala, mual, dan nyeri adalah keluhan kehamilan yang umum, terkadang sulit untuk mengetahui apakah gejala tersebut hanyalah bagian dari kehamilan atau indikasi adanya masalah serius.

    Artikel terkait:
    Dokter: Cegah Komplikasi, Tangani Preeklamsia Kehamilan Segera
    Studi: Aspirin Turunkan Risiko Preeklemsia di Masa Kehamilan
    6 Langkah Mencegah Preeklemsia di Masa Kehamilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.