Dokter Minta Pengguna Jilbab Jangan Gigit Jarum

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jilbab / hijab. REUTERS/Bazuki Muhammad

    Ilustrasi jilbab / hijab. REUTERS/Bazuki Muhammad

    TEMPO.CO, Bandung - Sebagian perempuan masih ada yang suka menggigit jarum pentul ketika memakai jilbab. Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Nucky Nursjamsi Hidayat meminta kebiasaan itu ditinggalkan sebab jarum pentul berpotensi tertelan atau masuk ke saluran pernapasan.

    "Jarum yang digigit bisa masuk ke saluran makanan atau pernapasan dan sangat membahayakan kalau sampai terus ke dalam saluran," ujarnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Selasa, 3 Oktober 2017. Pada kasus seperti yang dialami seorang remaja putri pemakai jilbab yang mengigit jarum pentul, benda itu tertelan ketika temannya tidak sengaja mendorong tubuhnya dari belakang.

    Baca juga:
    Ragam Penjepit Jilbab yang Aman dan Tak Bikin Jilbab Rusak
    Tips Keramas, Menyisir, dan Mengikat Rambut buat Hijaber
    Beda Jilbab, Khimar, dan Niqab, Anda Pilih yang Mana?

    Ketika masuk ke saluran napas atau pencernaan, jarum pentul bisa dalam posisi vertikal, maupun berubah menjadi horizontal atau melintang. Pada kasus remaja putri tadi, Nucky menjelaskan panjang jarum pentul yang tertelan sekitar 2 sentimeter dan tersangkut di saluran napas. "Adapun besarnya saluran napas seukuran jari kelingking kita," katanya.

    Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) RS Hasan Sadikin Bandung, Agung Dinasti Permana mengatakan, saat tertelan dan masuk ke saluran napas, tubuh biasanya merespons benda asing itu dengan batuk. Jika jarum tidak keluar, pertolongan pertama yang dilakukan adalah langsung ke rumah sakit dan masuk Instalasi Gawat Darurat. "Meskipun gawat, kondisi ini tidak darurat yang butuh tindakan segera," katanya. Sebab, jarum yang ukurannya kecil, tidak menyumbat napas.

    Jika jarum masuk ke saluran makanan, biasanya tidak langsung terasa menyakitkan pasien. Namun kata Agung, jarum yang tertelan itu bisa menusuk lambung. "Kasus jarum pentul yang sering masuk," ujarnya.

    Berbeda dengan kasus tersedak daging misalnya yang menyumbat napas hingga berisiko kematian. Pada kasus seperti itu, pasien harus segera ditolong di tempat dengan cara menepuk punggung atau menjepit tubuhnya dengan tubuh dan tangan orang lain dari belakang agar makanan yang menyumbat saluran pernapasan keluar.

    Setiap bulan, kata Agung, ada saja pasien yang tersedak jarum pentul, setidaknya satu orang dan biasanya pengguna hijab.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.