Rabu, 18 Juli 2018

Alasan Singkong Tak Boleh Dimakan Mentah-mentah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi singkong. Freeglutengigi.com

    Ilustrasi singkong. Freeglutengigi.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebagai orang tua, Anda perlu memahami nilai gizi makanan yang diberikan kepada anak. Sebenarnya, ada banyak jenis makanan yang menarik dan bergizi. Kini, orang yang sadar gizi sedang menggandrungi makanan bebas gluten, salah satunya singkong.

    Untuk masyarakat Indonesia, singkong bukanlah makanan yang asing. Singkong merupakan salah satu makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Umbi ini juga makanan yang cukup familiar di Thailand dan Afrika.

    Seperti dilansir Very Well, singkong merupakan umbi tanaman dan sumber karbohidrat kompleks. Dalam satu mangkuk singkong terkandung sekitar 330 kalori. Singkong memiliki kandungan protein yang lebih banyak dibandingkan ubi, kentang, dan pisang raja.

    Singkong juga kaya serat dan kandungan seratnya dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dengan cara menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, bahkan membantu mempertahankan kadar gula darah.

    Singkong juga mengandung magnesium. Kandungan mineralnya bermanfaat untuk menjaga tekanan darah, menguatkan tulang, dan menjaga fungsi saraf sehat. Kandungan folat dan vitamin C dalam singkong dapat melindungi tubuh dari kanker usus besar, mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan, serta melindungi tubuh dari penyakit jantung koroner dan kanker.

    Singkong tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam kedaan mentah karena mengandung racun. Sebaiknya cuci dulu singkong sebelum dimakan, kupas kulitnya, lalu memasaknya. Singkong harus dimasak atau dipanggang terlebih dahulu untuk menghilangkan racun di dalamnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.