Kamis, 21 September 2017

Hati-hati Sedot Lemak dan Transfer Lemak, Risikonya Kematian

Jum'at, 18 Agustus 2017 | 17:47 WIB
Ilustrasi sedot lemak. Shutterstock

Ilustrasi sedot lemak. Shutterstock.

TEMPO.CO, Jakarta - Di era modern ini, orang semakin percaya dengan proses operasi untuk membuat tubuh dan penampilan mereka lebih sempurna. Di Amerika Serikat, misalnya, jutaan orang melakukan operasi kosmetik setiap tahunnya, sebagian karena alasan kesehatan dan sisanya untuk penampilan.

Untuk merekonstruksi lagi tubuh mereka, beberapa ahli bedah melakukan transfer lemak, mengambil lemak dari area tubuh tertentu dan menyuntikkannya ke bagian tubuh yang lain. Seperti dilansir askdrmanny.com, transfer lemak ini mengandung banyak risiko dan pasien harus benar-benar mempelajarinya sebelum memutuskan melakukannya.

Dalam sebuah kasus, proses suntik lemak itu tidak berjalan sesuai rencana dan berakhir dengan kematian. Menurut laporan di Journal of Forensic Sciences, pria Swedia berusia 30 tahun itu ingin memperbesar alat kelaminnya. Namun ketika dokter menyuntikkan lemak ke penisnya, laki-laki sehat ini mengalami gagal jantung dan meninggal dunia satu jam kemudian.

Setelah diselidiki, laki-laki ini mengalami embolisme paru-paru, bukan akibat air tapi karena lemak. Jadi, lemak yang disuntikkan mengalir ke paru-paru lewat aliran darah dan justru merusak pembuluh darah pria malang itu.

Kasus embolisme lemak lain yang berujung kematian terjadi ketika seorang wanita di Virgnia Barat, Amerika Serikat, ingin memperbesar bokongnya. Penyebabnya juga sama, suntikan lemak yang masuk ke pembuluh darah. Bila nyawanya selamat, pasien tersebut tetap mengalami masalah kesehatan lain, seperti detak jantung tak teratur, sulit bernapas, dan demam.


Risiko lain yang bisa ditimbulkan oleh suntik lemak, misalnya untuk memperbesar bokong, adalah kehilangan banyak darah, penggumpalan darah, trombosis di pembuluh darah, infeksi, dan nekrosis (kematian jaringan lemak). Belum lagi pasien yang tak puas dengan hasil operasi karena tak sesuai harapan.

Hasil buruk lebih banyak dialami oleh kaum laki-laki yang ingin memperbesar alat kelaminnya. Bila operasi tak berjalan sesuai harapan, mereka bukan semakin gagah tapi justru mengalami disfungsi ereksi.

PIPIT

Berita lainnya:
3 Hormon Biang Keladi Kegemukan
Cara Baru Menghilangkan Lemak Tanpa Operasi
Makanan Rendah Lemak Justru Bisa Bikin Gemuk


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.