Minggu, 23 Juli 2017 TEMPO.CO logo

keluarga

Selasa, 18 Juli 2017 | 06:30 WIB

Anak Perempuan 2 Kali Lebih Berisiko Depresi, Alasannya?

TEMPO.CO, Jakarta - Depresi memberikan pengaruh yang berbeda pada anak perempuan dan anak laki-laki, karena gangguan mental memiliki efek yang berbeda terhadap aktivitas di daerah otak tertentu.

Demikian menurut sebuah penelitian yang dilansir Boldsky.com

Karena itulah, peneliti menyarankan tipe perawatan yang berbeda untuk masing-masing jenis kelamin remaja tersebut. (Baca :Heboh Video Kekerasan: Jangan Biarkan Anak Menontonnya)

Temuan menunjukkan bahwa pada usia 15 tahun, anak perempuan dua kali lebih mungkin menderita depresi karena fluktuasi hormon dan faktor genetik, di mana anak perempuan lebih berisiko mewarisi depresi.


Namun, perbedaan antara jenis kelamin tidak hanya melibatkan risiko mengalami depresi, tapi juga bagaimana kelainan tersebut bermanifestasi dan konsekuensinya, kata periset.

"Pria lebih bertanggung jawab menderita depresi terus-menerus, sedangkan pada depresi wanita cenderung lebih episodik," kata Jie-Yu Chuang, seorang peneliti di University of Cambridge. (baca : Filler Ampuh Cegah Kerutan, Simak 3 Triknya Agar Tak Bahaya)

"Dibandingkan dengan wanita, pria depresi juga cenderung mengalami konsekuensi serius dari depresi mereka, seperti penyalahgunaan zat tertentu dan bunuh diri," Chuang menambahkan.

Untuk penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di Frontiers in Psychiatry, tim tersebut merekrut 82 pasien wanita dan 24 pria yang menderita depresi, dan 24 wanita dan 10 sukarelawan pria sehat, yang berusia antara 11 dan 18 tahun.

Para periset kemudian mengekspos remaja yang mengalami depresi ke kata-kata bahagia atau sedih dan mencitrakan otak mereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa depresi mempengaruhi aktivitas otak secara berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan di daerah otak seperti gyrus supramarginal dan cingulate posterior.

"Strategi pengobatan dan pencegahan khusus untuk depresi harus dipertimbangkan pada awal masa remaja. Mudah-mudahan, intervensi awal ini dapat mengubah lintasan penyakit sebelum keadaan menjadi lebih buruk," Chuang menjelaskan. (Baca: Stop Pornografi, Simak 6 Alasannya)

BISNIS.COM



Komentar(0)