Jumat, 21 Juli 2017 TEMPO.CO logo

belanja

Selasa, 11 Juli 2017 | 18:33 WIB

Menikmati Kuliner Khas Vietnam, dari Kopi sampai Rambut Nenek

TEMPO.CO, Jakarta -Jalan-jalan memang belum lengkap rasanya tanpa mencicipi penganan daerah khas setempat, tak terkecuali di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Kota Ho Chi Minh terletak di bagian Selatan Negara Sosialis Republik Vietnam yang dulunya --sebelum 1976--, pernah menjadi Ibu Kota negara Vietnam Selatan.

Berbicara tentang kuliner Vietnam, pasti tidak terlepas dari penganan yang disebut Pho (dibaca feu), yaitu sajian mi berwarna putih, bertekstur lembut dan kenyal yang direbus dengan kaldu dan potongan daging, kemudian disajikan dengan tauge, daun mint serta daun ketumbar.

Di sejumlah negara, Pho sudah bisa ditemukan di restoran-restoran Khas Vietnam, namun tentu rasanya tidaklah sama apabila menikmatinya di negara asal. (baca :Manfaat Nanas, Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi Sampai Sendi


Harga Pho di Ho Chi Minh mulai dari 40.000-120.000 dong Vietnam atau sekira Rp23.000-Rp70.000.

Di luar itu, masih banyak penganan-penganan lainnya, termasuk jajanan yang sayang sekali untuk dilewatkan, di antaranya Banh Trang Tron, Keo CHi dan Xoi.

Nama-nama kuliner tersebut memang terdengar asing dan sulit diucapkan bagi orang Indonesia, namun tidaklah jauh berbeda apabila dilihat dari segi bahan dasar, bentuk atau rasanya.




Banh Trang Tron
Sekilas penampakan camilan ini mirip dengan lumpia kering, hanya saja cara pembuatannya tidak digoreng, melainkan dibakar.

Banh Trang Tron terdiri dari daging cincang, parutan mangga muda serta dedaunan, seperti kemangi, mint dan bawang, yang ditaruh di atas adonan tipis seperti kulit lumpia yang terbuat dari tepung beras, kemudian dilipat dan dibakar.

Camilan ini terbilang unik karena dijajakan oleh penjual pikulan dan dibakar di atas bara api.

Baca juga :Soda Jeruk Nipis, Rahasia Kulit Cantik

Harga per porsinya cukup terjangkau, yaitu 15.000 dong Vietnam atau sekira Rp8.800.

Banh Trang Ton biasanya dijajakan pada malam hari dan bisa ditemukan di sudut kota Ho Chi Minh, terutama di jalanan pusat keramaian. Namun, tips bagi pelancong, jangan sembarangan memotret aktivitas penjualnya tengah memasak Bahn Trang Tron karena mereka biasanya menolak untuk difoto. Apalagi hanya memotret dan tidak membeli, mereka langsung menunjukkan wajah yang kurang ramah.

Selanjutnya : Kalau Banh Tran Tron gurih dan pedas, apa yang manis di Vietnam?


Komentar(0)