Senin, 26 Juni 2017 TEMPO.CO logo

bugar

Senin, 19 Juni 2017 | 22:01 WIB

Obat Gosok Panas Atasi Sendi Lutut Nyeri? Begini Kata Ahlinya

TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang salah saat sendi lutut kita terasa nyeri. Begitu disebutkan Konsultan Muskuloskeletal dari RSUD Dr. Soetomo, Surabaya Dr. Paulus Rahardjo. "Apapun penyebabnya, kita bisa mengandalkan tubuh sendiri yang mengoreksinya," katanya.

Dalam menangani nyeri di sendi lutut ini, obat dan tindakan medis hanya membantu. "Obat dan tindakan yang diberikan tergantung pada diagnosisnya. Yaitu apa yang menjadi penyebab rasa nyerinya," kata Paulus. Berikut ini beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan sesuai kondisinya.

1. Istirahat
Memberi kesempatan tubuh untuk fokus pada proses penyembuhan. Mengistirahatkan bisa pakai bebat tekan atau decker, tongkat, atau benar-benar istirahat membatasi gerakan.

2. Obat Minum
Obat anti nyeri menolong supaya aktivitas harian kita tidak terganggu, tapi tidak menyembuhkan. Ada obat anti nyeri yang sekaligus juga menurunkan tingkat proses radangnya.


3. Obat gosok panas
Obat gosok panas membantu menghilangkan rasa nyeri dengan efek counter irritant. Artinya, sejenak melupakan rasa nyeri utama karena disaingi rasa panas. Otak kita tidak dapat merasakan dua rasa ini dengan intensitas yang sama.

Selain itu, efek panas diharapkan membuka pembuluh darah setempat untuk supply bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kesembuhan. Oleh sebab itu obat gosok panas bukan untuk kondisi akut (2x24 jam pertama) karena akan menambah pembengkakan.

4. Obat gosok_dingin
Obat gosok dingin biasanya berupa gel, umumnya mengandung obat anti radang. Masih ada jenis obat lain yang pemberiannya tergantung kasus per kasus.

5. Kompres es
Mengurangi proses radang (proses yang selalu muncul pada trauma bagian tubuh) secara alamiah. Dan otomatis memaksa untuk mengistirahatkan bagian yang dikompres.

6. Pijat.
Tidak dianjurkan pada masa akut karena akan menambah kerusakan jaringan dan berakibat bertambah nyeri dan bengkak. Setelah masa akut, pijat dapat dilakukan terutama untuk otot daerah sekitar bagian terdampak trauma, terutama otot-otot yang mengalami spasme atau ketegangan, sebagai reaksi dari rasa nyerinya. Tetapi, harus berhati-hati untuk tidak menambah kerusakan jaringan pada pusat terdampak trauma pertama.

Dr Paulus juga menyebutkan bahwa kesembuhan masalah pada sendi tidak terjadi sekejap. "Bersabarlah dan tidak cepat-cepat kembali ke aktifitas semula," ujarnya. Ditambahkan bahwa tanpa disamarkan obat nyeri, berkurangnya nyeri bisa menjadi indikasi proses penyembuhan.

SUSAN

Baca juga :
Tips Hilangkan Noda Eye Liner, Cat Kuku, dan Lipstik di Baju
Badan Pegal Selama Mudik Lalu Dikretek, Simak Penjelasan Dokter
Berani Coba Bahan Kecantikan yang Kotor tapi Berkhasiat



Komentar(0)