Selasa, 25 Juli 2017 TEMPO.CO logo

karier

Jum'at, 19 Mei 2017 | 14:00 WIB

4 Jenis Tabungan yang Berisiko dan Bikin Uangmu Berkurang  

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara orang menabung. Ada yang menggunakan model investasi, menyimpan di bank, sampai gaya konvensional, yakni menaruh di tempat tersembunyi di rumah.

Associate Professor of Finance di School of Business, Northeastern University, Boston, Amerika Serikat, Coleen Pantalone, mengatakan cara paling buruk menyimpan uang tadi adalah gaya konvensional. “Karena kamu bisa saja lupa di mana menyimpan uang atau barang berharga itu,” katanya seperti dikutip Tempo dari Chatsheet.

Risiko lain, menurut Pantalone, jika terjadi sesuatu kepadamu, tak akan ada yang tahu di mana kamu meninggalkan uang dan harta bendamu. Tak cuma itu, Pantalone menerangkan beberapa tabungan yang berisiko dan justru bikin uangmu berkurang.

1. Di tempat tersembunyi

Seperti yang telah disampaikan Pantalone, tempat tersembunyi di rumah atau di mana pun bukanlah tempat yang aman untuk menyimpan uang. Orang yang melakukan ini biasanya tak percaya dengan lembaga keuangan atau berdalih buat jaga-jaga jika mendadak butuh uang.


Menurut Pantalone, memegang uang tunai untuk keadaan darurat memang bagus. Namun lama-kelamaan uang tersebut akan berkurang nilainya. Belum lagi risiko kehilangan, seperti pencurian dan kebakaran. Jika terpaksa menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah, sebaiknya masukkan ke dalam brankas.

2. Rekening tabungan

Rekening tabungan adalah tempat yang bagus untuk menyimpan uang dalam jumlah kecil yang kamu perlukan dalam jangka pendek. Namun itu bukan tempat yang tepat untuk menyimpan seluruh uangmu. Untuk tujuan pensiun dan jangka panjang lainnya, kamu harus mencari investasi yang umumnya menawarkan keuntungan lebih baik, seperti saham.

3. Koleksi barang
Pada akhir 1990-an, orang-orang di Amerika Serikat tergila-gila dengan boneka hewan-hewan kecil bernama Beanie Babies. Begitu populernya boneka tersebut hingga ada seorang ayah yang menginvestasikan lebih dari US$ 100 ribu untuk membeli Beanie Babies buat anaknya.



Namun, seiring dengan berjalan waktu, popularitas boneka tersebut surut hingga tak diminati siapa pun. Sang ayah menerima kenyataan pahit harus kehilangan uang banyak demi sesuatu yang tak terlalu bernilai. Cerita ini adalah pengingat supaya kamu mengoleksi barang yang nilainya kian naik sejalan dengan waktu.

4. Saham tak bonafide

Membeli saham yang tidak bonafide tentu bukan investasi yang cerdas, meski harganya cukup murah. Kamu akan menghadapi kesulitan mengakses informasi tentang perusahaan dan bagaimana kondisi keuangannya. Lagi pula, potensi sukses dari saham murah sangat tipis dan sulit dijual lagi.

LUCIANA

Berita lainnya:
4 Jurus Jitu Dapat Promosi Kerja
Bergelar Magister Hukum, Tina Toon Malah Balik Kejar S-1 Hukum
Bos Body Shop Indonesia
Pilih Keluar Duit Rp 100 Juta daripada ke Jakarta



Komentar(0)