Rabu, 20 September 2017

7 Jurus Agar Rumah Menjadi Kantor yang Nyaman

Senin, 15 Mei 2017 | 05:33 WIB
Ilustrasi bekerja di rumah. shutterstock.com

Ilustrasi bekerja di rumah. shutterstock.com.

TEMPO.CO, Jakarta - Saat tampil dalam wawancara bersama BBC News, seorang profesor ilmu politik, Robert E. Kelly mendadak viral di media sosial. Dua anak E. Kelly, Marion 4 tahun dan James 8 bulan yang masih menggunakan baby walker masuk ke ruang kerja Robert.

Pengasuh keduanya dengan sigap layaknya ninja sukses membawa kedua anak E. Kelly keluar dan menutup pintu ruangan tersebut kurang dari satu menit. Tindakan yang patut diacungi jempol!

Baca:  Mana Lebih Menyakitkan, Bercerai atau Dipecat?

Bagi Anda, orang tua yang memutuskan bekerja di rumah, seperti E. Kelly, hal tersebut menjadi mimpi buruk tersendiri. Tidak berada di lingkungan kerja profesional, seperti kantor, sudah menjadi kekurangan yang kerap ditutupi agar tidak diketahui oleh orang lain.

Berikut tujuh tips yang dapat dilakukan oleh orang tua yang bekerja di rumah untuk meminimalisir atau mengurangi gangguan bagi buah hati Anda.

1. Pilih ruangan yang tidak dilalui banyak orang. Hindari dapur atau ruang keluarga yang kerap didatangi anggota keluarga lain. Pastikan bahwa ruangan tersebut memiliki pintu lengkap dengan kunci.

2. E. Kelly tentunya tidak akan melupakan pelajaran untuk mengunci pintunya sebelum melakukan wawancara. Ruangan dengan pintu terbuka merupakan godaan bagi anak-anak untuk masuk dan mengetahui apa yang sedang dikerjakan oleh orang di dalamnya. Tidak peduli seberapa mudah pekerjaan yang Anda lakukan, kunci pintu dan fokus!

3. Terkadang pintu yang sudah dikunci tidak dapat menghentikan gangguan anak-anak. Anak-anak memiliki seribu satu cara untuk mengganggu pekerjaan orang tua, mulai dari menggedor pintu hingga menangis. Beri pengertian pada anak Anda bahwa pintu yang ditutup rapat dan dikunci menandakan bahwa Anda sedang mengerjakan sesuatu dan tidak dapat diganggu dalam beberapa saat.

4. Jika Anda menempati sebuah apartemen yang tidak memiliki banyak ruangan, pastikan untuk tidak memilih kamar tidur, dapur, kamar mandi dan ruangan yang banyak dilakukan untuk beraktivitas lainnya sebagai ruang kerja.


Simak: Tip Bertahan Hidup dengan Penghasilan Pas-pasan

5. Karpet yang tebal dan material kedap suara wajib Anda pasang pada dinding untuk mengurangi suara-suara yang tidak diinginkan. Sepotong kain Weather strip – komponen yang dipasang pada pintu untuk menahan vibrasi dan suara juga dapat Anda gunakan jika bujetnya terbatas.

6. Sarapan, makan siang, makan malam dengan keluarga, setiap hari dan harus bekerja penuh diantara jam-jam tersebut. Pastikan anggota keluarga Anda yang lain mengetahui jam berapa Anda mulai dan selesai bekerja, misal dari jam 9 hingga 5 sore. Hal tersebut juga dapat membantu anak-anak mengerti untuk tidak mengganggu orang tua di jam kerja tersebut.

7. Tidak ada salahnya jika mulai lebih awal. Semakin pagi Anda mulai bekerja, gangguan atau distraksi lainnya akan semakin berkurang.

MASHABLE | ESKANISA RAMADIANI

Baca juga :Bau Badan? Mungkin Cara Memakai Deodorannya Masih Salah



Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.