Jumat, 28 April 2017 TEMPO.CO logo

bugar

Jum'at, 21 April 2017 | 20:00 WIB

5 Penyakit Ini Lebih Sering Menyerang Wanita

TEMPO.CO, Jakarta -  Baik pria dan wanita memiliki kesenjangan kesehatan yang tidak pernah kita pikirkan. Ada perbedaan kesehatan – misalnya seperti fakta bahwa hanya laki-laki yang mengidap kanker prostat dan wanita yang terkena kanker rahim. Lalu, ada juga kondisi kesehatan lain di mana wanita dan pria bisa terinfeksi, namun memiliki dampak yang lebih tinggi pada salah satu jenis kelamin. Berikut ada lima kondisi kesehatan yang lebih sering menyerang wanita:

Lupus
Penyakit autoimun bisa membahayakan beberapa bagian tubuh seperti kulit, sendi dan organ dengan gejala yang luas. Lupus biasanya menyerang wanita – 90 persen kebanyakan adalah mereka. Beberapa gejala yang muncul meliputi sakit pada sendi dan otot, demam tanpa sebab, dan bercak merah yang sensitif pada sinar matahari. Penyebab lupus belum diketahui namun penelitian menduga faktor gen juga berperan.

Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis adalah penyakit rumit. Karateristiknya, rasa lelah ekstrim yang tidak bisa dijelaskan dengan kondisi medis apa pun. Kondisi ini terjadi 3 hingga 5 kali lebih banyak pada wanita dibanding pria. Terutama wanita yang berusia 40 hingga 59 tahun. Selain lelah, gejala lainnya adalah nyeri otot, sakit kepala, serta kehilangan konsentrasi. Komplikasi dari sindrom kelelahan kronis ini adalah depresi, isolasi sosial dan pembatasan gaya hidup. Bisa diatasi dengan minum obat antidepresan, terapi fisik hingga konseling dengan terapis.

Sklerosis
Sklerosis merupakan penyakit di pusat saraf yang menyerang lebih dari 2,1 juta orang di seluruh dunia. Tiga dari empat orang yang mengidap penyakit ini adalah wanita – biasanya yang berusia 20 hingga 40 tahun. Gejalanya berupa mati rasa pada otot, kelumpuhan hingga kehilangan penglihatan.


Irritable bowel syndrome (IBS)
Penyakit ini menyerang 3,5 juta orang di Amerika Serikat dan 65% di antaranya adalah wanita. Penyebabnya belum diketahui tapi ia mengganggu fungsi usus besar yang menimbulkan gejala keram, nyeri, perut kembung, diare dan konstipasi yang terjadi selama tiga bulan. Bagi wanita, gejala tersebut sangat menyusahkan ketika mendekati siklus menstruasi.

Penyakit menular seksual
Wanita lebih sering terserang penyakit ini dan efeknya sangat parah. Dari komplikasi penyakit menular seksual, yang paling parah adalah radang panggul, kemandulan dan nyeri panggul kronis. Hal itu disebabkan lapisan vagina yang lebih lembut dibanding penis sehingga memudahkan bakteri dan virus untuk menembusnya. Kabar baiknya, para wanita bisa mencegah penyakit ini dengan vaksin HPV.

TABLOIDBINTANG



Baca juga :
Cara Menteri Susi Jadi Kartini Sukses Masa Kini
Hari Kartini, Christine Hakim: Perempuan Bukan Bersaing
Banarolla, Kisah Jatuh-Bangun Dian Aryanti Bikin Resepnya



Komentar(0)