Sabtu, 25 Maret 2017 TEMPO.CO logo

karier

Senin, 20 Maret 2017 | 10:00 WIB

Jangan Coba-coba Mengakali 6 Unsur di Resumemu

TEMPO.CO, Jakarta - Pengharapan untuk mendapatkan pekerjaan idaman membuatmu rela menghalalkan segala cara, termasuk memanipulasi resume. Ketika membuat surat lamaran pekerjaan atau daftar riwayat hidup, kamu mungkin tergoda menambahkan sesuatu di dalamnya agar pihak personalia tertarik dan ingin mengetahui identitasmu lebih dalam.

Sebelum kamu nekat melakukannya, pertimbangkan lagi keinginan tadi karena itu sama saja memuat kebohongan dalam resume. Perekrut yang sudah berpengalaman membaca ribuan surat lamaran pekerjaan juga akan dengan mudah mengenali kamuflase itu.

Artikel terkait karier:
Cek Kebiasaan yang Bikin Kerjaanmu Tak Juga Tuntas
8 Sikap yang Harus Dihilangkan saat Anda Menjadi Bos
Alasan Karyawan Keluar Kerja meski Masih Cinta Pekerjaannya

Ketika kamu menuliskan pengalaman kerja yang sangat menarik atau bisa dibilang menakjubkan bagi perekrut, dia tak akan mempercayainya begitu saja. Dia pasti akan memverifikasi latar belakang dan mengecek benar-tidaknya informasi di resume kamu. Kalau sampai ketahuan, bukan cuma pekerjaan impian yang hilang, tapi juga kredibilitas. Tak tertutup kemungkinan nama kamu masuk daftar hitam para pencari kerja.


Ingat kata pepatah, “setengah benar juga merupakan kebohongan”. Sebelum itu terjadi, mari ketahui apa saja yang sebaiknya tidak diakali dalam resume.

1. Informasi pendidikan
Pastikan informasi mengenai pendidikan 100 persen akurat. Jenis kebohongan ini sangat mudah diketahui karena hampir semua lembaga pendidikan yang kredibel menawarkan informasi tentang lulusan mereka. Berkacalah pada kasus Scott Thompson, seorang mantan eksekutif Yahoo, yang terpaksa mengundurkan diri karena rupanya ia tidak pernah mendapat gelar ilmu komputer dari Stonehill College sebagaimana yang ia tulis dalam resumenya.

2. Pengalaman kerja
Meskipun kamu berpikir tak punya peluang besar diterima di pekerjaan impian, mencantumkan pengalaman kerja yang menipu mungkin malah menarik perhatian perekrut. Saat dipanggil sesi wawancara, bisa jadi mereka akan menanyakan bagaimana kamu bekerja di perusahaan sebelumnya dan menceritakan siapa saja rekan kerja serta atasanmu. Kalau semua cerita pengalaman kerja itu rekayasa, tentu kamu akan gelagapan menjawab pertanyaan tersebut.

3. Mencantumkan jabatan palsu
Ini juga salah satu kebohongan yang dapat diverifikasi perusahaan karena informasi tersebut tersebar luas di dunia maya dan hubungan pertemanan. Jadi jangan coba-coba membuat perekrut di perusahaan impian terkesan dengan jabatanmu sebelumnya, padahal itu palsu.

4. Keterampilan berbahasa asing
Siapa yang tak ingin menguasai banyak bahasa. Namun apakah kamu benar-benar bisa mengucapkan dan menuliskannya dengan benar. Sebaiknya jujur saja jika memang tidak menguasai bahasa asing atau bisa dijelaskan mana yang aktif dan pasif.

5. Keterampilan komputer yang keliru
Meskipun kamu mengira posisi kerja yang diincar tidak membutuhkan penguasaan komputer yang mumpuni, sebaiknya jangan berbohong dengan menuliskan kamu ahli dalam bidang itu. Sebab, kamu tak pernah tahu kapan harus membuktikan kepada atasan bahwa kamu punya kepiawaian tersebut.

6. Angka
Banyak orang tergoda memperindah prestasi profesional dengan menambahkan beberapa angka dalam resume yang tidak sepenuhnya benar. Cobalah menghindari penggunaan istilah kuantitatif tentang kinerja pekerjaanmu karena informasi ini juga bisa diverifikasi. Sebaliknya tulis saja di tempat kerja dulu bahwa kamu mencapai hasil penjualan yang sangat baik.

ALLWOMENSTALK | LUCIANA

Berita lainnya:

5 Cara Sukses Belanja Pakaian Online
Martabak Samyang Menantang Pecinta Pedas ke Level Atas
Cerita Hidup Mereka yang Lahir Pagi, Siang, Sore, atau Malam



Komentar(0)