Sabtu, 25 Maret 2017 TEMPO.CO logo

profil

Minggu, 19 Maret 2017 | 13:30 WIB

Perasaan Marah Ternyata Bisa Bantu Anda Raih Kesuksesan

TEMPO.CO, Jakarta - Marah ternyata juga memiliki dampak positif. Marah, salah satunya mendorong Anda supaya lebih maju. Seperti yang dikemukakan Chris Dessi dalam Inc yang berhasil mengolah marah menjadi energi positif menuju kebahagiaan.

Peneliti Harvard Shawn Achor mengemukakan 5 formula untuk kebahagiaan, diantaranya adalah bersyukur, membuat jurnal, meditasi, olahraga dan melakukan random acts of kindness.

Semua hal tersebut bisa membuat Anda bahagia. Namun karena kebahagiaan adalah sesuatu yang harus dilakukan secara aktif, maka Anda harus memicu diri.

Menurut Chris, perubahan terbesar dalam hidupnya adalah dengan merasa marah (bahkan sangat marah) dan jika secara positif dilakukan justru bisa membuatnya lebih bahagia.


Ketika Chris ingin mendapatkan posisi sebagai Vice President, saat itu headhunters mengatakan kalau ia hanya bisa jadi direktur. Chris marah sehingga ia membuat sebuah blog (Christopherdessi) yang kebanyakan berisi pendapat dan kemampuannya di bidang yang ditekuninya. Ia memberitahu perusahaan yang sedang mencari Vice President soal blognya dan akhirnya mendapatkan pekerjaan impiannya.

Lain waktu, Chris ingin berkutat di bidang media sosial. Semua orang menganggap bahwa ia tidak punya pengalaman media sosial. Chris merasa marah lalu memutar otak untuk membuktikan sebaliknya. Ia membeli URL Facebookshouldhireme.com. Lalu ia bercerita tentang passion-nya di media sosial, hingga membuat Forbes menulis artikel tentang dirinya. Ia membeberkan artikel itu pada saat wawancara di Buddy Media dan ia (lagi-lagi) mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.

Setahun kemudian Buddy Media memecatnya. Chris kembali murka. Ia mendirikan agensi yang memenangkan penghargaan dan membuat event global yang diakui secara global. Ia lalu menulis tiga buku, menjadi pembicara, dan muncul di berbagai acara tv nasional.

Kesimpulannya adalah, kemarahan justru menstimulasi Chris melakukan sesuatu, yang mana membuatnya produktif dalam mencipta. Ia menciptakan sesuatu dengan energi marah tersebut. Ia belajar dan mencari pengalaman. Baginya, marah bisa jadi senjata yang baik. Marah membuatnya ingin bangun di pagi hari lalu ingin membuktikan bahwa orang yang pernah merendahkannya salah besar.

Ketika marah, ia mencari ide, menganilisis kemarahannya dan mencari penyebab marahnya lalu justru menciptakan sesuatu yang baru.

Energi marah justru bisa jadi kekuatan yang besar untuk meraih kesuksesan jika dikelola dengan baik. Jadi, ketika Anda merasa marah, berbahagialah. Itu berarti Anda punya energi lebih besar untuk mencipta, menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bisa jadi lebih sukses.

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
Sushi Pelangi untuk Bekal Sekolah Anak
Perawatan Bayi Baru Lahir
7 Hal yang Wajib Dicantumkan dalam Resume



Komentar(0)