Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

3 Desainer Buktikan Busana Hitam-Putih Tak `Mati Gaya`

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
Delapan desainer usai mengenalkan koleksi terbarunya dalam panggung Indonesia Fashion Week 2017 bertajuk YOUniverse Celebrations of Colors di Jakarta, 4 Februari 2017. Delapan desainer tersebut diantaranya Zaskia Sungkar, Mel Ahyar, Barli Asmara, Dian Pelangi, Ria Miranda, Norma Hauri,  Kursien Karzai, dan Malik Moestaram. TEMPO/Nurdiansah
Delapan desainer usai mengenalkan koleksi terbarunya dalam panggung Indonesia Fashion Week 2017 bertajuk YOUniverse Celebrations of Colors di Jakarta, 4 Februari 2017. Delapan desainer tersebut diantaranya Zaskia Sungkar, Mel Ahyar, Barli Asmara, Dian Pelangi, Ria Miranda, Norma Hauri, Kursien Karzai, dan Malik Moestaram. TEMPO/Nurdiansah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan kerap mengenakan busana berwarna hitam dan putih, atau memadukan keduanya, sebagai senjata pamungkas ketika “mati gaya”. Namun, di tangan perancang busana seperti Barli Asmara, ada efek dramatis yang menyertai busana hitam-putih, sehingga tidak sekadar “main aman”.

Dalam rancangan terbarunya yang dipamerkan dalam Indonesia Fashion Week pekan lalu, Barli menampilkan busana yang hanya bermain dengan dua warna dasar tersebut. Berbeda dengan rancangan sebelumnya, yang bertabur payet, kali ini Barli menggantinya dengan detail kelopak anggrek. “Saya sengaja menampilkan koleksi baru yang tidak bordir lagi atau payet lagi supaya orang tidak bosan,” ujar Barli.

Barli menghadirkan kelopak anggrek melalui sejumlah teknik lipit, yaitu teknik membuat lipatan pada busana dengan tekanan atau jahitan. Ia juga memanfaatkan tekstur bahan untuk dibuat tingkatan. Jadinya, kelopak tersebut menegaskan arsitektur busana yang kokoh.

Bahan satin dan organza menjadi andalan untuk membuat 13 busana bertema “Black Orchid Fervor” ini. “Ada cerita bahwa untuk membuat anggrek hidup, harus dengan segenap keyakinan dan tidak mudah. Bunga ini cukup egois,” kata Barli.

Pada Black Orchid, Barli mengusung gaya klasik abad ke-17 lewat potongan yang menonjolkan lekuk pinggang perempuan dalam gaun dan jumpsuit. Pada masa tersebut, perempuan cantik identik dengan pinggang kecil dan padat berisi pada bagian pinggul. Karena itu, korset yang dibuat dari tulang binatang menjadi komoditas mode utama para bangsawan dan perempuan Eropa.

Meski hendak membawa cita rasa klasik, jangan bayangkan busana yang ia ciptakan mirip gaun Marie Antoinette. Ia tak membuat detail berlebihan pada bagian bawah gaun atau jumpsuit. Barli membuat busana berpotongan longgar pada bagian bawah dengan detail kelopak anggrek yang merangsek ke bagian atas busana.

Artis Raline Shah, yang membawakan gaun pamungkas, tampak seperti bintang Hollywood yang tengah berjalan di karpet merah. Apalagi, ada efek berkilau yang cukup samar ketika bahan satin tersorot cahaya lampu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Warna hitam dan putih juga terlihat tak menjemukan dalam koleksi busana Norma Hauri di bawah jenama Hauri. Abaya yang ia rancang jauh dari kesan monoton. Norma mewarnai panggung dengan citra monokrom beraksen emas dan perak.

Tampilannya jadi sedikit “garang” berkat pemilihan warna yang tajam. Ditambah lagi, ada aksesori sarung tangan kulit yang menutup separuh jari-jari tangan. Tak jarang, ia juga memadukannya dengan jaket kulit hitam yang dengan ritsleting. Selain jaket, Norma memadukan citra monokrom dengan jubah panjang berwarna hitam.

Menampilkan kesan “tajam” dengan busana berwarna hitam terbilang cukup mudah ketimbang busana berwarna putih. Namun Norma berhasil menegaskan hal itu lewat potongan dan detail beraksen emas. Aksen sabuk pinggang hitam juga berhasil membuat busana putih tampil lebih hidup dan tak menjemukan. Busana Norma ini rasanya cocok untuk perempuan muda berhijab yang berani tampil gahar.

Selain Norma, ada hasil rancangan Zaskia Sungkar yang menampilkan koleksi bertajuk “Kilau”. Dalam koleksi ini, Norma banyak menampilkan warna hitam dan putih dengan aksen warna perak untuk mengentalkan kesan berkilau. “Inspirasinya dari langit malam yang terang dan merupakan kelanjutan dari koleksi ‘Senja’ sebelumnya,” kata dia.

Seperti biasa, Zaskia tak bisa lepas dari penggunaan kain-kain tradisional. Dalam koleksi ini, ia menggunakan batik dan lurik yang diolah menjadi busana siap pakai, seperti celana berpotongan lebar, terusan, dan tunik.

DINI PRAMITA

Berita lainnya:

Plus-Minus Facial Uap

Bibir Kering dan Pecah-pecah? Berikut Solusinya
Trik Tampak Langsing saat Kenakan Hijab ala Oki Setiana Dewi

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tampil Kasual dengan Baju Flanel

5 hari lalu

Tampil Kasual dengan Baju Flanel

Baju flanel dapat dibeli baik di toko fisik ataupun toko online seperti Shopee


Gaya Fesyen Boho Chic Jika Memenuhi 3 Aspek Ini

13 hari lalu

Seorang gadis dengan blus ala boho chic menghadiri Coachella Valley Music & Arts Festival 2016, di Indio, California.  Matt Cowan/Getty Images for Coachella
Gaya Fesyen Boho Chic Jika Memenuhi 3 Aspek Ini

Gaya Boho Chic pada dasarnya adalah gaya santai yang menggabungkan unsur-unsur hippie, nomaden, dan vintage. Begini lebih jelasnya.


Kolaborasi Victoria Beckham dan Mango, Apa Koleksi Terbarunya?

18 hari lalu

Victoria Beckham. Instagram.com/@victoriabeckham
Kolaborasi Victoria Beckham dan Mango, Apa Koleksi Terbarunya?

Koleksi Victoria Beckham dan Mango yang terbaru dari rangkaian kolaborasi para penggemar street fashion


Sejarah Peci Ratusan Tahun Lalu, Disebar Pedagang Hingga Populer Jadi Busana Lebaran

22 hari lalu

Terdakwa kasus pencemaran nama baik, Ahmad Dhani mengenakan peci hitam saat menjalani sidang lanjutan di PN Surabaya, Selasa, 12 Februari 2019. Saat ini Dhani sedang menjalani sidang atas kasus yang terjadi di Surabaya. ANTARA/HO/Ali Masduki
Sejarah Peci Ratusan Tahun Lalu, Disebar Pedagang Hingga Populer Jadi Busana Lebaran

Peci yang identik dengan busana lebaran telah dikenal masyarakat sejak ratusan tahun lalu.


Ramadan, Komunitas di Yogyakarta Edukasi Pecinta Fashion Rintis Karya Pemikat Wisatawan

33 hari lalu

Pegiat industri fashion di Yogyakarta mengikuti event  Ramadhan Runway 2024 yang digagas Indonesia Fashion Chamber di Yogyakarta 15-24 Maret 2024. Tempo/Pribadi Wicaksono
Ramadan, Komunitas di Yogyakarta Edukasi Pecinta Fashion Rintis Karya Pemikat Wisatawan

Komunitas Indonesia Fashion Chamber (IFC) Yogyakarta meyakini, besarnya pasar wisatawan di Yogyakarta menjadi anugerah tersendiri untuk terus menghidupkan ekonomi kreatif di Kota Gudeg.


Tiga Tips Gaya Berpakaian untuk Jurnalis ala Didiet Maulana

50 hari lalu

Desainer, pengusaha, dan direktur kreatif IKAT Indonesia, Didiet Maulana/Foto: Doc. Pribadi
Tiga Tips Gaya Berpakaian untuk Jurnalis ala Didiet Maulana

Didiet Maulana, Direktur Kreatif Ikat Indonesia memberikan tips padupadankan gaya berpakaian ala jurnalis.


IDFES2024: Revolusi Fashion Lokal

6 Februari 2024

Revolusi Fashion Lokal dalam Indonesia Fashion Ecosystem Summit  (IDFES 2024)
IDFES2024: Revolusi Fashion Lokal

IDFES 2024 yang pertama di Indonesia ini bertema "Revolusi Fashion Lokal" yang akan menjadi creative hub untuk mendorong inspirasi.


Anies Baswedan Konsisten Tampil dengan Busana Formal di Debat Capres, Pengamat Mode Sebut Kode Ini

5 Februari 2024

Anies Baswedan Konsisten Tampil dengan Busana Formal di Debat Capres, Pengamat Mode Sebut Kode Ini

Anies Baswedan kembali tampil konsisten dengan gaya formal hingga debat capres kelima yang diadakan KPU. Pengamat mode kaitkan dengan kode.


Tampil Paling Formal, Anies-Cak Imin Kenakan Jas Hitam di Debat Capres Kelima

4 Februari 2024

Pasangan Capres-Cawapres no urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tiba dalam debat capres terakhir di JCC, Minggu, 4 Februari 2024. Cuplikan YouTube KPU
Tampil Paling Formal, Anies-Cak Imin Kenakan Jas Hitam di Debat Capres Kelima

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut satu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), tampil paling formal pada debat capres kelima.


Gaya Ganjar-Mahfud dengan Jaket Varsity di Debat Capres Kelima

4 Februari 2024

Pasangan Capres-Cawapres no urut 03,  Ganjar Pranowo-Mahfud MD tiba dalam debat capres terakhir di JCC, Minggu, 4 Februari 2024. Cuplikan YouTube KPU
Gaya Ganjar-Mahfud dengan Jaket Varsity di Debat Capres Kelima

Ganjar Pranowo dan Mahfud Md memutuskan untuk mengenakan jaket universitas alias jaket varsity dalam debat capres kelima.