Rabu, 23 Agustus 2017

Mengenal Totok Aura dan Jaripunktur

Jum'at, 17 Februari 2017 | 08:00 WIB
Ilustrasi totok aura. Shutterstock

Ilustrasi totok aura. Shutterstock.

TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai cara dilakukan orang untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya, mulai dari pengobatan medis, alternatif, sampai tradisional. Salah satu pengobatan yang dilirik banyak orang adalah tradisional Cina.

Salah satu pengobat tradisional Cina yang cukup terkenal adalah M. Ferry Wong. Ilmu pengobatan seperti akupuntur, tuina, herbal, dan qi kung sudah dipelajarinya sejak muda. Guru pertamanya adalah kakeknya yang seorang pengobat tradisional atau shin se.

Mendiang ibunya juga memiliki kemampuan mengobati secara tradisional, sehingga kepandaian itu menurun kepada anaknya yang sempat menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selain akupuntur, jenis pengobatan keahliannya di antara lain totok dan jaripunktur (pengobatan dengan menggunakan jari).

Kepada Tempo, Ferry mengatakan totok aura merupakan salah satu terapi yang mampu melancarkan aliran darah dan energi di wajah dan tubuh sehingga aura menjadi lebih bersinar. Ia juga mengingatkan setiap orang untuk selalu berpikir positif karena hal itu juga termasuk jenis terapi.

“Berpikir positif dan memandang sesuatu dengan sudut pandang yang lebih baik. Selalu bersyukur juga terapi, apapun, walau hanya mendapat sedikit tetap bersyukur,” ujarnya. Jangan lupa, Ferry melanjutkan, selalu berkumpul dengan orang-orang atau lingkungan yang auranya baik karena biasanya akan menular.


Pria berumur 41 tahun itu juga menyebut cahaya bulan purnama bisa berdampak baik buat tubuh. Jadi, bukan hanya sinar matahari yang bisa buat “mandi”. Dengan “mandi” sinar bulan kala purnama maka kita akan menyerap energi Yin atau dingin untuk mengimbangi Yang yang panas. Mandi air laut atau air asin juga disebutnya bisa membuang ion-ion negatif dari tubuh.

Pengobatan lain yang juga diberikan Ferry kepada mereka yang membutuhkan adalah jaripunktur. Ia pernah mencatata rekor MURI pada 2010 untuk pelatihan jaripunktur dengan murid terbanyak, yakni 1.000 orang. Lewat tekanan jari di titik-titik tertentu pada tubuh, sumber-sumber penyakit berusaha disembuhkan.

Salah satu contohnya adalah sakit kepala. Jari akan ditekankan pada ubun-ubun dan dua titik di antara leher dan rambut, yang terletak di bagian ujung leher sebelah kiri dan kanan. Selain ditekan atau dipijit, titik-titik tersebut juga bisa ditotok atau ditekan-tekan.

“Cara ini akan melancarkan aliran energi di kepala sehingga semua penyakit, seperti migrain, sakit kepala, dan kurang konsentrasi akan hilang,” kata lelaki asal Singkawang, Kalimantan Barat, itu.

Selama berpraktek , ia mengatakan telah menangani berbagai penyakit rumit, termasuk kanker dan stroke. Sulit atau mudahnya pengobatan tergantung riwayat penyakit tersebut. Semakin dini ditangani maka proses pengobatan semakin cepat.

PIPIT

Berita lainnya:

Cara Benar Makan Cupcake
Kiat Berpakaian untuk Menyamarkan Dada Rata
Kesalahan dalam Membuat Kriteria Pasangan Idaman


Grafis

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Ini jalur alternatif menghadapi rencana Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas larangan sepeda motor di jalan Sudirman, Imam Bonjol, dan Rasuna Said.