Senin, 20 Februari 2017 TEMPO.CO logo

keluarga

Rabu, 15 Februari 2017 | 15:21 WIB

Berbagai Teknik Menentukan Jenis Kelamin Anak

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika hamil, salah satu hal yang menyenangkan adalah menebak jenis kelamin janin. Pasangan ingin anak perempuan, bisa jadi Anda dalam hati mengharap laki-laki.

Konon, jenis kelamin si kecil bisa diarahkan dengan cara tertentu. Misalnya, kalau ingin punya anak perempuan, calon ayah mesti memperbanyak menu yang mengandung alkali seperti sayuran, buah, putih telur, dan susu hingga berhubungan seksual dengan posisi tertentu. Benarkah?

Dokter kandungan Danis Wati Utari dari Rumah Sakit Umum Bunda, Menteng, Jakarta membenarkan ada teknik yang bisa diterapkan untuk mendapat anak dengan jenis kelamin tertentu. Caranya, dengan pengaturan kromosom X dan Y alias teknik Akihito atau melalui teknik inseminasi buatan. Akihito, kata Danis, ditemukan oleh Kaisar Jepang, Hirohito.

“Berdasar perhitungan masa ovulasi atau pengeluaran sel telur. Bila dalam berhubungan intim sperma X membuahi sel telur maka kromosom X bertemu X sehingga yang didapat bayi perempuan (XX)," katanya. "Bila sperma Y membuahi sel telur maka kromosom Y bertemu kromosom X sehingga mendapat bayi laki-laki (XY). Untuk mendapat perempuan, sperma X harus lebih dulu membuahi sel telur. Anak laki-laki bisa didapat jika sperma Y lebih dulu membuahi."


Orang tua bisa mendapat jenis kelamin anak yang mereka mau dengan cara tertentu. Berbagai spekulasi tentang cara mendapatkan anak perempuan atau laki-laki santer terdengar. Ada yang menyebut jika ingin ingin mendapat anak laki-laki, posisi berhubungan intim yang dianjurkan adalah knee-chest atau doggy style.

Posisi ini diyakini memudahkan sperma Y merangkul sel telur. Jika ingin perempuan, gunakan posisi dari muka dengan posisi istri di atas suami. Posisi ini dipercaya membuat sperma Y lebih lama mencapai sel telur sehingga akan mati di tengah jalan.

Asumsi lainnya, jika ingin anak perempuan, suami harus banyak makan kudapan yang mengandung alkali misalnya sayuran, buah, putih telur, dan susu. Sementara istri menyantap makanan yang mengandung asam, seperti daging atau hidangan laut.

Jika ingin anak laki-laki, terapkan pola konsumsi sebaliknya. Anggapan lain, jenis kelamin anak bisa diintervensi dengan mengatur waktu orgasme ketika berhubungan intim. Jika ingin anak laki-laki, sang istri harus orgasme lebih dulu. Cairan saat orgasme mendukung pergerakan sperma Y lebih cepat sampai ke sel telur. Sebaliknya jika ingin anak perempuan, istri menunda orgasme sehingga sekresi alkalis tidak muncul yang akhirnya membuat sperma Y mati.

Anggapan lain yang tidak kalah mencengangkan, jika ingin punya anak laki-laki, sebaiknya tidak bersanggama 7 sampai 8 hari. Jika ingin perempuan, sering-seringlah berhubungan intim.

Menurut Danis, semua asumsi dan anggapan itu belum terbukti secara ilmiah. "Tapi memang ada teori tentang asam dan basa tersebut,” kata Danis. Menurut dia, istilah yang tepat bukan tidak bersenggama, melainkan mengatur waktu berhubungan seksual, memberi jarak antara waktu berhubungan intim dengan waktu ovulasi atau masa subur.

Misalnya, masa subur setiap bulan pada tanggal 14. Jika mau anak laki-laki lakukanlah hubungan seksual jelang masa subur yakni sehari sebelumnya atau tepat pada tanggal 14. "Dengan begitu kromosom Y langsung bertemu lalu membuahi kromosom X (ovum) sehingga kemungkinan terbentuk janin laki laki cukup besar," katanya.

Jika ingin anak perempuan, pasangan hendaknya berhubungan seksual beberapa hari (3 sampai 4 hari) sebelum masa subur. Kromosom Y akan terpapar keasaman sperma yang tersisa untuk bertemu dan membuahi kromosom X ovum. "Kelak terbentuk janin perempuan,” ujar Danis.

Teknologi yang direkomendasikan untuk bisa dijajal pasangan suami istri yang mendambakan keturunan dengan jenis kelamin tertentu adalah inseminasi dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Caranya dengan memeriksa sperma dulu karena ada sperma yang tidak berimbang populasi kromosom X dan Y-nya. Itu sebabnya ada keluarga yang anaknya perempuan atau laki-laki semua. Jadi, sperma dipisahkan jenis X dan Y-nya kemudian sperma yang diinginkan akan diinseminasi ke dalam rahim istri.

Ada pula metode mengkondisikan keasaman (PH cairan vagina sebelum berhubungan badan). “Jika ingin anak laki laki, sebelum berhubungan seksual istri dianjurkan membasuh vagina dengan larutan garam (air bercampur baking soda) agar keadaan PH cenderung basa. Dengan demikian, kromosom Y sperma tetap hidup dan membuahi kromosom X ovum,” urainya.

Apabila ingin anak perempuan, istri dianjurkan membasuh organ intimnya dengan cairan asam, air dicampur cuka. Dengan demikian, setelah berhubungan intim, yang tersisa hanya kromosom X sperma untuk membuahi kromosom X ovum. Catatan lain, bagi yang ingin mengatur waktu berhubungan seksual berdasarkan masa subur sebenarnya agak sulit.

“Sebab sulit mengetahui kapan pecahnya sel telur. Petunjuk banyak tetapi tidak ada yang tahu persis kapan," ujarnya. Untuk mengetahui apakah ovulasi sudah terjadi atau belum, bisa dibantu dengan ovu-test. "Jika ingin anak laki-laki segeralah berhubungan intim ketika hasil tesnya positif. Jika ingin perempuan tunggu sampai hasil berubah jadi negatif lagi baru berhubungan."

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
Tiga Alasan Air Putih Dapat Membantu Diet
Raisa Belajar Percaya Pasangan melalui Yoga
Pernikahan Generasi Milenial: Pesta Kebun Bareng Teman



Komentar(0)