Busana Berbahan Lateks, Bagaimana Asal Muasalnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Kardashian menghadiri pertunjukan Tom Ford sebagai bagian dari NYFW Spring/Summer 2018, di New York, 6 September 2017. Seleb ini tampil seksi dengan gaun latex hitam. AP/Charles Sykes

    Kim Kardashian menghadiri pertunjukan Tom Ford sebagai bagian dari NYFW Spring/Summer 2018, di New York, 6 September 2017. Seleb ini tampil seksi dengan gaun latex hitam. AP/Charles Sykes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum menjadi terkenal sebagai bagian dari dunia fashion seperti saat ini, bahan lateks atau karet telah dikenal sejak 200 tahun lalu. Pencetusnya adalah seorang ahli kimia dari Skotlandia, Charles Macintosh, yang menciptakan bahan pakaian berlapis karet. Tujuannya saat itu adalah untuk membuat mantel anti-air yang saat itu belum ada.

    Mantel yang ia ciptakan kemudian terkenal dengan nama “Mackintosh coats” dan berhasil menarik perhatian banyak orang, bahkan hingga memunculkan sebuah klub penggemar bernama “England’s Mackintosh Society”. Padahal, saat itu bahan mantel yang ia ciptakan belum sempurna, berbau, lengket, dan bisa meleleh sewaktu-waktu apabila cuaca atau keadaan sekitar terlalu panas.  Tetapi mantel berbahan karet ini dapat bersaing dengan mantel-mantel bulu dan sutera yang sudah terlebih dahulu menguasai pasar.

    Seperti dilansir berbagai sumber, seperti qz.com, bahan lateks atau karet ini kemudian berkembang menjadi sebuah simbol seksual dan menjadi bahan pemujaan atau fetish bagi sebagian orang. Mereka menganggap pakaian dengan bahan dasar lateks ini membuat suatu obyek menjadi lebih menggairahkan dan menggoda.

    Anggapan ini rupanya terus hidup hingga saat ini dan dirasakan oleh Anne Hathaway saat memerankan Catwoman dalam film “The Dark Knight Rises” pada 2012. Pakaian Catwoman yang berbahan lateks hitam super ketat dari atas hingga bawah tersebut menurut Hathaway memberinya banyak penghargaan di sepanjang tahun tersebut.

    Lateks terus berkembang menjadi bahan yang kian digandrungi, terutama oleh para selebritas perempuan. Selain dirasa mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri, bahan ini menjadi fashion item yang elegan untuk dipakai sehari-hari, tidak hanya gaun untuk acara formal, tetapi juga terdapat dalam berbagai macam bentuk pakaian seperti rok, celana, jaket, hingga bra.

    TSARINA MAHARANI

    Artikel lain:
    Bikin Baju Pengantin Paling Menantang, Didiet Maulana Butuh Waktu 15 Bulan
    Bunga Edelweiss Ampuh Melindungi Kulit, Simak Kata Ahlinya 
    Vicky Shu Percayakan Baju Pengantinnya kepada Anne Avantie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.