Vendor Pernikahan Harapkan 3 Hal Ini dari Kliennya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. Shutterstock.com

    Ilustrasi pernikahan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerja sama antara pasangan calon pengantin dengan vendor penyelenggara pernikahan menjadi kunci sukses tidaknya acara sakral yang diharapkan berlangsung sekali seumur hidup itu. Sebagai calon pengantin, Anda tentu ingin bekerjasama dengan vendor profesional dan terpercaya. Baca: Resepsi Pernikahan di Ruang Terbuka Kian Diminati, Ini Alasannya

    Musababnya, vendor berperan penting dalam membantu merencanakan acara pernikahan Anda dan pasangan. Mulai dari tahapan atau susunan acara, busana pernikahan, katering, dekorasi, dokumentasi, dan lain-lain. Tentu mereka dengan senang hati membantu mewujudkan pernikahan impian Anda.

    Kendati vendor pernikahan bekerja untuk Anda dan pasangan, bukan berarti calon pengantin dapat bertindak semaunya kepada para vendor. Tidak hanya Anda yang ingin diperlakukan dengan baik dan menyenangkan, para vendor pun demikian. Baca juga: Awas Tertipu Wedding Organizer, Pilih yang Sudah Terbukti Sukses

    Menurut Supriya Raharja Yuwono, CEO Wedding & Indo, di acara soft launching Wedding & Indo yang diselenggarakan di rooftop Pasar Baru Mansion pada Jumat, 15 September 2017, para vendor mengharapkan beberapa hal dari pasangan calon pengantin yang menjadi kliennya. Berikut ini rinciannya:

    1. Mengetahui latar belakang vendor
    Jadilah pembeli yang pintar. Setidaknya Anda sudah punya rencana kira-kira akan seperti apa acara pernikahan yang akan digelar. Berdasarkan rencana dan keinginan tersebut, cari vendor pernikahan yang sekiranya sesuai dan dapat mewujudkan acara impian. Bila Anda ingin menikah dalam suasana tradisional, jangan sampai berkomitmen dengan vendor yang khusus menangani pernikahan modern, kemudian ketika terjadi sesuatu yang keliru malah balik menyalahkan vendor tersebut.

    2. Tetap kritis
    Pada umumnya para vendor tetap menginginkan Anda untuk memberikan saran. Jadi, jangan ragu mengkritisi hal-hal yang menurut Anda kurang berkenan. Apabila disampaikan dengan baik, justru vendor akan senang hati menerimanya. Saran dari klien dapat menjadi bahan evaluasi mereka agar lebih baik lagi dalam pelayanan.

    3. Menjaga komunikasi
    Selama proses persiapan hingga acara berlangsung, dan setelahnya, tentu para vendor berharap komunikasi yang lancar dan menyenangkan dapat terbangun dengan kliennya. Komunikasi ini penting agar tidak ada salah paham mengenai bentuk acara yang diinginkan.

    Selepas acara, jangan lantas putus hubungan dengan vendor. Bangun hubungan jangka panjang yang baik, misalnya dengan mengirimkan mereka ucapan terima kasih.

    Jangan lupa untuk merekomendasikan mereka pada teman atau keluarga apabila layanannya memang memuaskan. Tak perlulah promosi yang berbelit, menurut Supriya, di era media sosial seperti sekarang, sangat mudah bagi klien untuk memberikan apresiasi pada mereka. Artikel lainnya: Waspada 5 Tahun Pertama Pernikahan, Begini Solusi Para Ahli

    TSARINA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.