Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Koleksi Bandana Penangkal Angin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Retno Marsudi . NTB Scanpix/Hakon Mosvold Larsen via REUTERS

    Retno Marsudi . NTB Scanpix/Hakon Mosvold Larsen via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi harus sering bolak-balik ke Istana Negara. Aktivitas itu tak hanya membuat Retno kian sibuk menyiapkan paparan isu terbaru kepada Presiden Joko Widodo, tapi juga repot menata dandanannya. "Angin di Istana itu kencang sekali, bikin rambut morat-marit,” katanya di Jakarta. Baca: Hari Kartini, Menlu Retno Marsudi: Keluarga adalah Inti Karier

    Biar tetap tampil modis di tengah terpaan angin Istana, perempuan benama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi ini memilih mengoleksi bandana. Dia mengatakan aksesori itu membuat tatanan rambutnya tetap rapi meski diterpa angin kencang. "Bandana menjaga rambut saya tetap di tempatnya,” ujar Retno, 54 tahun.


    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi membaca puisi berjudul "Aku, Lagu Biasa" dalam acara #17anTempo yang bertema Merayakan Chairil Anwar, di gedung Tempo, Jakarta, 15 Agustus 2016. Tempo Channel

    Koleksi bandana Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia ini mencapai puluhan helai. Beraneka motif dan beragam warna. "Ada hijau, burgundi, biru, coklat, tapi kebanyakan warna hitam,” tutur Retno Marsudi.

    Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda ini sebenarnya sudah lama memilih bandana sebagai favorit dalam menunjang gaya berbusana. Bedanya, dia dulu cuma mengenakan bandana ketika pelesir pada akhir pekan.

    Kini ikat kepala itu seolah-olah jadi aksesori wajib yang menyertai penampilan Retno Marsudi dalam berbagai forum formal, baik di dalam maupun luar negeri. ”Sekarang kan banyak turun ke lapangan, lari ke sana-sini. Tetap ingin tampil rapi, dong,” ujar Retno Marsudi.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.