Kiat Mengkonsumsi Buah dan Sayur yang Baik, Jangan Dipanaskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah dan sayur segar. shutterstock.com

    Ilustrasi buah dan sayur segar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Antioksidan banyak terkandung dalam buah dan sayur dan berguna untuk membantu tubuh menetralisasi kerusakan yang disebabkan racun dari radikal bebas. Kadang cara menyimpan, menyiapkan, atau mengkonsumsi buah dan sayur yang salah membuat kita tidak memperoleh antioksidan dan nutrisi secara maksimal.

    Bagaimana agar manfaat sayur dan buah bisa diperoleh secara maksimal? Berikut saran praktisi kesehatan Erikar Lebang.

    1. Makan buah saat perut kosong
    Biasanya, orang makan buah sebagai pencuci mulut setelah makan berat, meski sebenarnya salah. Erikar menguraikan, buah mengandung fruktosa yang mudah diserap tubuh. Buah menjadi sulit dicerna saat dikonsumsi bersama makanan padat lain. Fruktosa cenderung merusak mereka. Selain itu, kandungan asam karbonat atau vitamin C dalam buah mengganggu kerja enzim cerna. “Makanlah buah dalam keadaan perut kosong agar maksimal gunanya. Makan buah sesudah makan berat tidak ada manfaatnya, malah mengganggu kesehatan,” urai Erik.

    2. Hati-hati bikin jus buah
    Membuat jus adalah salah satu cara populer untuk menikmati buah. Namun cara pembuatan jus yang salah membuat kita hanya merasa kenyang, tapi tidak mendapat manfaat. “Perhatikan kecepatan blender. Semakin cepat putaran blender, semakin cepat panas dan merusak nutrisi buah,” jelas suami penyanyi Nina Tamam itu. Ia menyarankan untuk memakai slow juicer atau menggunakan blender dengan kecepatan rendah. Penambahan gula, air, dan susu dalam jus juga dapat merusak buah.

    3.  Jangan campur buah dan sayur
    “Ada sebagian orang yang rentan terhadap percampuran fruktosa dengan zat lain, seperti sayur. Akibatnya bisa sakit perut. Tidak semua orang mengalami itu. Tapi agar lebih aman, sebaiknya jangan mencampur buah dan sayur,” jelas Erik seraya menambahkan, “Ada buah yang sulit dicerna jika dicampur dengan buah lain, misalnya semangka dengan melon. Jadi, sebaiknya dimakan tanpa dicampur apa pun.”

    4. Jangan dipanaskan
    Enzim serta kandungan mineral dalam sayur dan buah akan mati jika terkena panas lebih dari 40 derajat celsius. Begitu pula dengan kandungan vitamin sangat rentan terhadap air, panas, dan udara. Itu sebabnya, manfaat maksimal dari sayur dan buah didapat jika dikonsumsi tanpa dimasak. Pilihlah jenis sayuran yang bisa dimakan mentah. “Indonesia surganya vegetarian. Banyak sekali jenis sayuran yang bisa dimakan mentah, tergantung kemauan untuk mencari tahu,” ujar Erik.

    5. Bersihkan dengan air mengalir
    Cuci sayuran dengan air mengalir sampai bersih untuk membersihkan kotoran, bakteri, dan pestisida yang menempel. Boleh dengan sabun khusus untuk sayur dan buah namun jangan merendamnya. Beberapa jenis vitamin seperti B dan C mudah larut dalam air. Hal lain yang patut diperhatikan, jangan mencuci buah dan sayur jika tidak segera dikonsumsi mengingat buah dan sayur rentan terkena bakteri sehingga cepat busuk. Beberapa jenis buah dan sayur seperti pisang, apel, pir, dan brokoli sangat mudah teroksidasi. Karena itu sebaiknya segera dikonsumsi setelah dikupas atau dipotong.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Kenali Penyakit Lupus yang Diderita Selena Gomez 
    Dokter dan Ahli yang Dapat Menangani Kasus Fibromyalgia
    Penghasilan Suami Lebih Kecil, Bagaimana Istri Mesti Bersikap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.