Kenali Penyakit Lupus yang Diderita Selena Gomez  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam rangkaian acara memperingati Hari Lupus Sedunia beberapa odapus (orang dengan Lupus) membagikan buku saku, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 10 Mei 2015. Yayasan Lupus Indonesia mencatat jumlah penderita lupus meningkat dari tahun ke tahun, namun jumlah kematian menurun karena orang sekarang lebih waspada dalam mendeteksi lupus. TEMPO//FEBRIANSYAH

    Dalam rangkaian acara memperingati Hari Lupus Sedunia beberapa odapus (orang dengan Lupus) membagikan buku saku, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 10 Mei 2015. Yayasan Lupus Indonesia mencatat jumlah penderita lupus meningkat dari tahun ke tahun, namun jumlah kematian menurun karena orang sekarang lebih waspada dalam mendeteksi lupus. TEMPO//FEBRIANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Selena Gomez divonis menderita lupus sejak dua tahun lalu. Gejala yang dialami para penderita lupus di antaranya merasa kedinginan, sering mengantuk, lemas, merasa kelelahan, nyeri persendian hingga membatasi pergerakan tubuh, sampai rambut rontok. Dokter mengibaratkan mendiagnosis lupus seperti mendeteksi benda di dalam gelap. Tidak tahu wujud seluruhnya apabila tidak melihat seluruh bendanya. Baca: Selena Gomez Transplantasi Ginjal karena Lupus, Waspada Gejalanya

    Lupus atau systemic lupus erythematosus adalah penyakit autoimun alias menyerang sistem daya tahan. Tubuh penderita lupus memproduksi antibodi berlebihan yang menyerang sel atau organ tubuh sendiri. Alhasil, antibodi merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit. Padahal antibodi mestinya melawan bakteri atau virus yang masuk ke tubuh.


    Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx

    Lupus dalam bahasa Latin berarti serigala. Penyakit ini dinamakan lupus karena ruam kemerahan di pipi dan sekitar hidung pasien menyerupai tanda di wajah serigala. Ketidaktahuan tentang lupus acap kali juga berbuntut panjang. Banyak penderita lupus yang diberhentikan dari tempat kerja atau dikeluarkan dari sekolah. Bahkan, ada perempuan yang gagal menikah karena terdeteksi lupus. Padahal lupus bukan penyakit menular.

    Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus untuk lupus. Obat untuk lupus adalah obat pinjaman, salah satunya adalah obat anti-malaria, seperti chloroquine. Bagi pasien yang mengalami gejala berat dan mengancam jiwa, obat yang biasa dipakai adalah golongan steroid dan imuno-supresif.

    Kunci agar penderita lupus atau odapus bisa menjalankan kehidupan normal adalah menerapkan gaya hidup sehat. Odapus tak boleh capek dan stres, meski bukan berarti harus meninggalkan seluruh aktivitas. Mereka harus cukup istirahat, terutama tidur. Sebab, tidur berguna untuk membentuk antihistamin dalam tubuh yang bekerja memperbarui sel. Baca juga: Mengapa Lupus Lebih Sering Terjadi pada Wanita? Ini Kata Dokter

    Dalam menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem pun, odapus tidak perlu takut. Saat ini sudah ada losion pelindung dari sinar matahari yang dibuat khusus untuk odapus. Namun odapus tak disarankan beraktivitas pukul 10.00-12.00. Sebab, saat itu, sinar matahari sudah mengandung ultraviolet C (UV-C) yang tidak baik bagi kulit dan tubuh, sedangkan yang dibutuhkan adalah UV-A dan UV-B.

    Ihwal makanan, penderita lupus tidak disarankan mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang pembentukan autoimun tubuh. Misalnya makanan yang mengandung penguat rasa (monosodium glutamat/MSG). Jenis makanan lain yang perlu dijauhi, antara lain, teripang, tauge, dan alfalfa karena justru memicu reaksi autoimun tubuh. Artikel terkait: Cara Selena Gomez Melawan Stres Saat Divonis Sakit Lupus

    KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.