Ibu, Perhatikan Jam Tidur Anak, Prestasi Taruhannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur/mimpi buruk. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidur/mimpi buruk. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Anak-anak kerap menolak diajak tidur siang atau tidur lebih awal di malam hari. Mereka lebih tertarik bermain, menonton, atau melakukan aktivitas lain yang sedang disukai. Padahal ritme tubuh sehari-hari sangat mempengaruhi stamina anak.

    Anak yang terbiasa tidur siang, misalnya, jika sekali waktu tidak tidur siang, jam biologisnya akan berubah. Lantaran tidak tidur siang, dia akan terlelap di sore hari lalu terbangun di tengah malam dan tak bisa tidur lagi. Akibatnya, pada pagi hari anak sudah lelah dan malas-malasan berangkat ke sekolah karena sudah terlalu lama terjaga.

    Ilustrasi anak tidur.

    Anak yang tidak memiliki ritme tubuh yang jelas alias mengikuti kehendak anak, tidur hanya saat terasa lelah, akan mempengaruhi kemampuan belajarnya. Sebab, kurang tidur adalah biang keladi berbagai gangguan perilaku anak, yang secara tidak langsung mempengaruhi prestasi di sekolah.

    Anak-anak usia prasekolah hingga sekolah dasar semestinya tidur sekitar 10-12 jam sehari. Kurang tidur satu jam saja pada anak berusia 3 tahun atau kurang akan menyebabkan masalah perilaku dan kognitif dalam jangka panjang, yang mengganggu kehidupan mereka di sekolah.

    “Orang tua perlu memberi perhatian lebih terhadap waktu tidur anak seperti halnya memperhatikan nutrisi dan isu kesehatan lain,” kata dr Judith Owens, MD, MPH, dokter spesialis anak, yang juga Direktur Pusat Pediatri dan Gangguan Tidur Rumah Sakit Anak Boston, Amerika Serikat.

    TABLOID BINTANG

    Baca juga:
    Cara Najwa Shihab Bagi Waktu untuk Bekerja dan Keluarga
    Tiru Cara Ibunda Raisa Membalas Ejekan Netizen dengan Santun
    Jadi Ibu Tiri, Simak Cara Bangun Hubungan dengan Anak Sambung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.