Chelsea Olivia Lenyapkan Lemak yang Aman Buat Ibu Menyusui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chelsea Olivia menjadi Brand Ambassador terbaru untuk Marie France Bodyline. Tempo | Astari Pinasthika Sarosa

    Chelsea Olivia menjadi Brand Ambassador terbaru untuk Marie France Bodyline. Tempo | Astari Pinasthika Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Chelsea Olivia mengatakan merasa tidak percaya diri dengan berat badannya setelah melahirkan. Musababnya saat hamil anak pertamanya, Nastusha Olivia Alinskie, berat badan Chelsea Olivia naik sampai 30 kilogram, menjadi 80 kilogram. "Ukuran sepatu juga naik dua tingkat,” ujar Chelsea Olivia di Lamoda Plaza Indonesia, Kamis, 14 September 2017. Baca: Chelsea Olivia Ungkap Rahasia Langsing Setelah Melahirkan

    Chelsea Olivia lantas mengungkapkan bagaimana dia menurunkan berat badannya hingga ke titik ideal. “Tiga bulan setelah melahirkan, aku datang ke Marie France Bodyline dan mendapatkan konsultasi mengenai terapi apa yang cocok,” kata Chelsea.


    Chelsea Olivia menjadi Brand Ambassador terbaru untuk Marie France Bodyline. Tempo | Astari Pinasthika Sarosa

    Chelsea Olivia memilih melakuan terapi kecantikan karena dia menyadari punya bakat atau turunan berbadan besar. Lantaran tak ingin melakukan diet ketat karena masih menyusui dan tidak bisa menghindari makanan berkarbohidrat, Chelsea memilih melakukan terapi. Baca: Chelsea Olivia Berbagi Cerita Pertama Kali Menjadi Ibu

    Dia memutuskan menggunakan Venus Legacy untuk mengurangi lemak dan mengencangkan kulit di bagian perut dan paha. Aktris berusia 25 tahun ini melakukan terapi tiga kali seminggu, dan dalam tiga bulan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 27 kilogram.

    Chelsea Olivia yang masih menyusui memastikan perawatan ini aman dan setelah berat badan turun dia merasa bisa memproduksi ASI lebih banyak. “Fokus utama saya bukan untuk langsing, tetapi memastikan nutrisi terbaik untuk anak,” ujarnya seraya menambahkan mengikuti saran dari ahli gizi di Marie France Bodyline.

    Seorang konsultan di Marie France Bodyline, Dr. Christie Anggana Harijani menjelaskan metode pelangsingan yang dijalani Chelsea Olivia. Menurut dia, Venus Legacy mampu menghancurkan lemak dan selulit dengan menggabungkan teknologi frekuensi radio multi-kutub dan pijatan elektromagnetik yang pada akhirnya memunculkan rasa hangat sampai panas.

    “Teknologi yang digunakan oleh perawatan Venus Legacy adalah alat pertama yang menggunakan kombinasi Pulse Electro Magnetic Field (PEMF) yang mendapatkan pengakuan Food and Drug Administration (FDA),” ujar Christie Anggana Harijani. Hasilnya, menurut dia, dapat dilihat setelah perawatan pertama, dan dinyatakan aman, tanpa rasa nyeri atau sakit. Artikel terkait: Hamil, Chelsea Olivia Makin Cantik


    Metode perawatan tubuh Venus Legacy dari Marie France Bodyline diperagakan di Lamoda Plaza Indonesia, Kamis, 14 September 2017. Tempo | Astari Pinasthika Sarosa

    Saat melakukan terapi ini, Chelsea Olivia direbahkan pada sebuah tempat tidur pemijatan. Di dekatnya terdapat alat Venus Legacy yang berbentuk seperti alat penyedot debu atau vaccum cleaner ukuran jumbo. Ujung alat diarahkan ke bagian yang hendak dikikis lemak dan selulitnya kemudian akan terasa hangat di sana.

    “Perawatan Venus Legacy ini berlangsung selama 30-40 menit setiap pertemuannya, dan tergantung pada area yang sedang diterapi,” ujar Dr. Christie. Untuk melihat efektivitas perawatan ini, minimum pertemuannya tergantung pada area terapi. Paling sedikit 6 kali pertemuan untuk wajah, 8 kali pertemuan untuk leher, dan 10 kali untuk di tubuh, seperti bagian paha, lengan, perut, pinggul, dan bokong. Artikel lainnya: Kisah Cinta Chelsea Olivia dan Perkawinan Negeri Dongeng

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.