Rumah Mode Lekat Bawa Tenun Baduy ke Paris Fashion Week

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa koleksi busana Lekat yang akan diboyong ke Paris Fashion Week ditunjukkan di acara 1414 Private Preview di Plaza Indonesia, Kamis, 14 September 2014. TEMPO | Astari Pinasthtika Sarosa

    Beberapa koleksi busana Lekat yang akan diboyong ke Paris Fashion Week ditunjukkan di acara 1414 Private Preview di Plaza Indonesia, Kamis, 14 September 2014. TEMPO | Astari Pinasthtika Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah mode Lekat akan menampilkan tenun dari Baduy di peragaan busana di Paris Fashion Week yang berlangsung pada 28 September 2017. Karya perancang busana Amanda Indah Lestari ini merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang tampil dalam ajang fashion tersebut.

    Amanda Indah Lestari menghadirkan tenun dari Baduy dengan sentuhan gaya modern berupa potongan yang unik dan bordir. Peragaan busana ini bertema 'Membawa Keindahan Baduy ke Paris Fashion Week'. "Saya ingin menggabungkan tren kekinian denim dengan seni tenun tradisional baduy untuk menunjukkan tampilan yang beda dan baru,” ujar Amanda yang dikenal dengan panggilan Mandy, di 1414 Private Preview di Plaza Indonesia, Kamis, 14 September 2017.


    Desainer Lekat, Amanda Indah Lestari atau Mandy membawa koleksi terbarunya ke Paris Fashion Week pada 28 September - 2 Oktober 2017. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

    Di Paris Fashion Week, Lekat akan menampilkan 24 koleksi terbarunya di Oxford Fashion Studio, di Hotel d'Evreux pada tanggal 28 September. Selain itu, Lekat juga akan tampil di Tranoi, sebuah pameran pertukaran mode internasional yang akan diadakan di Carrousel du Louvre dan Palais de la Bourse pada 29 September - 2 Oktober 2017. Tranoi adalah jembatan yang menghubungkan desainer dengan pembeli ternama di dunia mode seperti Galeries Lafayette, Barneys, Saks Fifth Avenue, Nordstorm, dan lainnya.

    Amanda menjelaskan hasil karyanya mengutamakan kesinambungan yang tercermin dari kesesuaian antara upah kepada perajin dan waktu kerja yang tidak berlebihan. Amanda ingin menunjukan seni tradisional Baduy dan menggambarkan cerita mengenai para penenun perempuan di desa Baduy yang kaya akan kerajinan tangan.


    Mia Egron (COO dan Dewan Direktur Plaza Indonesia), Amanda Indah Lestari (Desainer Lekat), Svida Alisjahbana (Presiden dan CEO Femina Group), Christian Gaujac (Direktur dari Institut Francais d’Indonesie), Grace Situmeang (Wakil Presiden Komunikasi Pemasaran di Bank Negara Indonesia) di Plaza Indonesia, 14 September 2017. TEMPO | Astari Pinasthika Sarosa

    Direktur dari Institut Francais d’Indonesie (IFI), Christian Gaujac adalah salah satu sosok yang membantu Amanda membuka jalan untuk mengikuti Paris Fashion Week. “Amanda menjelaskan kepada saya kenapa dia ingin mengikuti acara ini dan apa tujuannya. Dia hanya meminta saya untuk memberitahu penyelenggara Paris Fashion Week dan saya bangga bisa membantunya," ujar Gaujac.

    Selain dibantu oleh Institut Francais d’Indonesie (IFI), pada Februari 2017, Lekat melakukan peragaan busana di London, mewakili Indonesia di dua ajang bertaraf internasional, yakni Fashion Scout dan Internasional Fashion Showcase di Somerset House. Dari acara itu pula Amanda disarankan untuk mengikuti Paris Fashion Week.

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA

    Berita lainnya:
    Anastasia Siantar Berani Coba Tren Baju Kebesaran
    Putri Cindy Crawford Memulai Langkah Pertama di Catwalk
    Anak Muda Tak Bisa Menenun, Didiet Maulana Khawatir Budaya Hilang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.