3 Kelompok Paling Berisiko Jika Terpapar Asap Rokok

Reporter

Editor

Seorang Pelajar membawa poster kampanye anti Rokok di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (14/2). Aksi mengambil tema "Tebarkan kasih sayang, bukan asap rokok". TEMPO/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis paru dewasa dari Rumah Sakit Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan asap rokok dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan pada bayi dan balita. Sebab, asap rokok akan mengganggu fungsi silia pada saluran pernapasan yang berfungsi membersihkan kuman.

"Mekanisme pembersihannya terganggu karena asap rokok memengaruhi fungsi silia di saluran napas itu," kata Agus seusai diskusi ruang publik di Warung Daun Cikini, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2017.

Agus menjelaskan, bayi dan balita masuk kelompok berisiko tinggi jika terpapar asap rokok karena fungsi paru-paru bayi dan balita masih dalam proses perkembangan. Selain itu, sistem imunitas atau kekebalan tubuh belum berfungsi maksimal. "Bayi dan balita termasuk kelompok tinggi atau rentan," ujar Agus.

Selain bayi dan balita, Agus melanjutkan, ibu hamil juga berpotensi mengalami gangguan dalam pertumbuhan janin jika menghirup asap rokok. Musababnya, zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok, baik asap rokok sekunder atau yang terhirup oleh perokok pasif maupun asap rokok tersier atau sisa asap yang menempel pada pakaian misalnya, akan masuk ke pembuluh darah.

Jika zat berbahaya pada asap rokok, baik sekunder maupun tersier terhirup, maka pembulu darah berisiko mengalami penyempitan, sehingga janin kekurangan oksigen. Efek lainnya, yakni janin sulit berkembang atau berukuran kecil hingga berpotensi keguguran. "Bobot janin yang lebih ringan dan lebih pendek akibat rokok sudah terbukti dalam berbagai penelitian," kata Agus.

Seorang ibu yang bayinya meninggal karena terpapar asap rokok, Fitria Indah Lestari menceritakan bagaimana asap rokok telah merenggut nyawa anaknya, Hafizh. Bayi yang berusia 1 bulan itu diajak mengikuti pengajian bapak-bapak.

Setelah acara selesai, Fitria melihat ada lebih dari tiga orang yang merokok di dalam rumah. Setelah para tamu pulang, Hafizh langsung batuk-batuk dan sesak napas. "Dia juga diare dua hari setelah acara pengajian," ujar Fitria.

Hafizh kemudian dibawa ke bidan dan rumah sakit, tetapi kondisinya tak juga membaik. Hafidz divonis mengidap pneumonia. Bayi yang lahir 20 Juni 2017 itu meninggal pada 30 Juli 2017.

LANI DIANA

Baca juga:
Manfaat Jika Bayi Rajin Ngemil
Tip Mengatasi Gumoh pada Bayi
Bayi Juga Bisa Jerawatan, Bagaimana Menanganinya?






Bos Wismilak Meninggal, Ini Profil Willy Walla

6 hari lalu

Bos Wismilak Meninggal, Ini Profil Willy Walla

Siapakah Willy Walla, Komisaris Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk yang meninggal. Berikut profilnya.


Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

6 hari lalu

Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah tetap berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terhadap tarif cukai rokok agar tidak menganggu kesejahteraan petani tembakau.


Popocorn Lung Mengintai Pengisap Rokok Elektrik, Apa Itu?

13 hari lalu

Popocorn Lung Mengintai Pengisap Rokok Elektrik, Apa Itu?

Kecanduan rokok elektrik bisa menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya popcorn lung yang menyerang paru-paru.


Penelitian UI Sebut 25 Persen Pendapatan Anak Jalanan Jakarta Buat Beli Rokok, Ironi

21 hari lalu

Penelitian UI Sebut 25 Persen Pendapatan Anak Jalanan Jakarta Buat Beli Rokok, Ironi

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia membeberkan 25 persen dari total pendapatan harian yang diperoleh anak jalanan untuk beli rokok.


Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

22 hari lalu

Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

Rokok elektrik atau vape dianggap tetap menyebabkan masalah pada kesehatan, mulai dari batuk hingga potensi kanker paru.


Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif, Sesak Napas sampai Sakit Jantung

48 hari lalu

Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif, Sesak Napas sampai Sakit Jantung

Perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok dapat mengalami berbagai kondisi serius sebagai berikut.


Aturan Produk Tembakau akan Direvisi, Begini Kata Pengusaha Rokok

54 hari lalu

Aturan Produk Tembakau akan Direvisi, Begini Kata Pengusaha Rokok

Gaprindo menyatakan PP No. 109/2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan belum perlu direvisi.


Dampak Rokok Elektrik bagi Kesehatan Tak Berbeda dari yang Konvensional

55 hari lalu

Dampak Rokok Elektrik bagi Kesehatan Tak Berbeda dari yang Konvensional

Dokter paru mengingatkan rokok elektrik berdampak pada kesehatan dengan efek yang hampir serupa dengan rokok konvensional.


Temuan Rokok Ilegal di Bandung Meningkat, Pengiriman via Jastip

56 hari lalu

Temuan Rokok Ilegal di Bandung Meningkat, Pengiriman via Jastip

Bea Cukai mencatat temuan rokok ilegal kian bertambah seiring dengan naiknya tarif cukai rokok.


Waspadai Gangguan Perkembangan Janin Akibat Rokok

5 Agustus 2022

Waspadai Gangguan Perkembangan Janin Akibat Rokok

BKKBN menyebut paparan asap rokok dapat mempengaruhi perkembangan janin jadi lebih lambat.