Hormon Estrogen Bikin Jantung Wanita Lebih Kuat dari Pria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock

    Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Jantung perempuan yang belum memasuki masa menopause lebih kuat dibandingkan laki-laki dalam hal risiko terhadap serangan jantung. Pendapat itu diutarakan oleh dokter spesialis kardiovaskular Dr. Jetty RH Sedyawan mengatakan.

    Menurut Jetty, hal itu tidak lepas dari pengaruh hormon estrogen yang masih diproduksi para perempuan yang belum memasuki masa menopause. "Jantung terlindungi oleh estrogen, hormon ini membuat pembuluh darah lebih lentur," kata Jetty di Jakarta.

    Perempuan yang telah memasuki masa menopause lebih rentan terkena serangan jantung karena profil lemaknya berubah, pembuluh darahnya sudah kaku, dan penyebab lainnya. Jetty mengatakan, di bawahusia 40 tahun, lebih banyak pria yang terkena serangan jantung dibandingkan perempuan.

    "Perbandingannya enam pria banding satu perempuan yang terkena serangan jantung di bawah umur 40 tahun. Namun setelah menopause, perempuan sama rentannya dengan pria," kata dia.

    Meski hormon esterogen dapat melindungi jantung, kenyataannya saat ini banyak perempuan muda yang sudah terkena serangan jantung. Menurut Jetty, hal itu disebabkan pola hidup yang buruk, seperti merokok, kurang tidur, makan garam berlebih, dan kurang olah raga.

    "Agar terhindar dari serangan jantung maka kita harus menerapkan pola hidup sehat dan pengelolaan stres yang baik," katanya.

    ANTARA

    Artikel lain:
    Biaya Mamografi Mahal Bikin Wanita Tak Sadar Kena Kanker Payudara
    Sering Kesemutan dan Mati Rasa, Awas Saraf Terjepit
    Pertajam Kemampuan Otak dengan Alpukat dan Kacang-kacangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.