Senin, 19 Februari 2018

Tips Ibu Bekerja Bagi Waktu untuk Keluarga

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 13:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tips Ibu Bekerja Bagi Waktu untuk Keluarga

    Ilustrasi Ibu bekerja. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi ibu sekaligus bekerja penuh tidaklah mudah. Butuh keseimbangan yang ideal antara kehidupan kerja dan keluarga. Kini angka ibu bekerja semakin meningkat.

    Menurut Center for American Progress, separuh dari seluruh pekerja di Amerika Serikat adalah wanita, dengan hampir 4 dari 10 rumah memiliki ibu bekerja. Menjadi ibu kerja penuh waktu bisa menimbulkan rasa bersalah dan stres karena perhatian antara pekerjaan dan keluarga terpecah.

    Kuncinya adalah fokus pada rencana, terorganisir, dan temukan keseimbangan yang tepat antara pekerjaan dan keluarga. Dilansir dari Parents berikut ini adalah 10 cara untuk memastikan karir dan keluarga seimbang.

    1. Lepaskan rasa bersalah
    Alih-alih merasa bersalah karena meninggalkan anak di rumah, pikirkan bagaimana peran Anda di perusahaan dapat menguntungkan keluarga. Misalnya mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, atau tabungan untuk kuliah.

    "Wanita karir yang paling sukses telah menemukan cara untuk menjadi efisien di dua dunia itu," kata Lisa Pierson Weinberger, seorang pengacara dan pendiri praktik hukum Mom, Esq. Dan untuk dapat melakukan itu, dia butuh kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan pilihan dan fokus pada prioritas yang ada pada saat ini.

    2. Mencari pengasuh anak atau tempat penitipan anak yang berkualitas
    Mintalah referensi dari teman dan keluarga untuk mencari i pengasuh bayi, pengasuh anak, dan pusat penitipan anak. Buat daftar kriteria yang penting kemudian jadwalkan waktu untuk mencari penyedia layanan penitipan anak yang lebih baik.

    Sharon Tepper, Presiden Brownstone Nannies, Inc., merekomendasikan mempekerjakan pengasuh anak dengan latar belakang yang pernah bekerja cukup lama di tempat sebelumnya. Ini menunjukkan dia memiliki pengalaman yang baik dan dapat beradaptasi dengan berbagai kelompok usia, merawat bayi baru lahir dan anak-anak yang lebih tua yang membutuhkan perhatian berbeda.

    Sementara tempat penitipan anak yang baik mestinya berpengalaman dan menjadi referensi bagi banyak orang. Fasilitas penitipan anak yang baik harus memiliki jam kerja yang fleksibel, rasio pengasuh dengan anak yang rendah, ruang terbuka, berlisensi, dan latar belakang karyawan yang baik.

    3. Persiapkan kebutuhan harian dengan baik
    Ibu membuat sarapan dan bekal makan anak di sekolah, menyiapkan pakaian, merapikan tas sekolah atau tas kebutuhan anak selama di penitipan, dan sebagainya. Buat daftar tugas dan bagi jadwal, tentukan ibu atau sang ayah yang memakaian baju pada anak, dan berbagi tugas lainnya dengan pasangan.

    4. Persiapkan kebutuhan di rumah
    Fran Durekas, pendiri dan Chief Development Officer for Children’s Creative Learning Center, menyarankan sisihkan waktu 15 menit setiap hari Minggu untuk meninjau dan mempersiapkan kebutuhan di rumah dalam sepekan. Letakkan berbagai tagihan di tempatnya, uang receh untuk cadangan kebutuhan anak di rumah, tempat kunci, dan lainnya. Jadi ketika Anda membutuhkannya sewaktu-waktu, semua barang itu ada di tempatnya.

    5. Komunikasikan dengan atasan
    Sebelum berbicara dengan atasan atau perwakilan SDM, tulis apa yang hendak Anda sampaikan dan butuhkan. Setiap atasan punya karakter berbeda, dan hanya Anda yang tahu bagaimana cara terbaik menyampaikan urusan atau tanggung jawab di rumah tangga kepada bos.

    Cobalah bersikap terbuka dan jujur sekaligus mengusulkan solusinya, misalnya memula masa percobaan dari jadwal kerja yang diproyeksikan sehingga Anda dapat menunjukkan bagaimana pengaturan tersebut tidak akan membatasi produktivitas.

    Selanjutnya: Komunikasi dengan anak dan me-time

    Baca:

    Kiat Mengatasi Rasa Bersalah Ibu Bekerja dan Sibuk
    Perhatikan 6 Tanda Ibu Harus Berhenti Bekerja di Luar Rumah


    Eksekutif Perempuan Beberkan Kebutuhan Ibu dalam Keluarga dan Karier


    6. Tetap berkomunikasi sepanjang hari
    Tetap terhubung dengan anak-anak bahkan saat Anda tidak bersama mereka. Untuk ibu dengan anak-anak yang lebih muda, pertimbangkan untuk merekam diri sedang berbicara atau bernyanyi di video atau merekam suara Anda membaca buku anak-anak.

    7. Batasi gangguan
    Disiplin dan tetapkan batasan kapan mengecek email atau menelepon, dan kapan memberikan perhatian kepada anak. Kurangi menonton televisi sekali seminggu untuk memaksimalkan waktu bersama pasangan di malam hari. Hindari melakukan banyak aktivitas secara bersamaan, terutama saat menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda. Di tempat kerja Anda, cobalah tidak membuang waktu dan fokus pada tugas Anda, sehingga pekerjaan segera selesai.

    8. Buat kegiatan khusus keluarga
    Meluangkan waktu untuk anak Anda sangat penting, baik selama hari kerja maupun di akhir pekan. TUjuannya, menumbuhkan dinamika keluarga dan mempererat ikatan satu sama lain. Jika aktivitas Anda cukup padat di akhir pekan, manfaatkan waktu sarapan atau makan malam bersama keluarga.

    9. Luangkan waktu bersama pasangan
    Ingatlah untuk memelihara hubungan dengan pasangan yang selalu menjadi orang nomor satu di sisi Anda. Mulailah dengan kencan bulanan. Seringkali, jika Anda sibuk dengan pekerjaan dan rumah, pasangan adalah orang pertama yang terbengkalai.

    Bagi beberapa pasangan, kencan bulanan bisa sulit dan mahal, tapi itu tidak berarti Anda tidak bisa saling fokus. Anda dapat meluangkan waktu untuk makan malam di rumah atau sekadar duduk bersama pasangan dan berbicara di luar urusan pekerjaan dan anak-anak.

    10. Luangkan waktu untuk diri sendiri
    Dengan bijak mengatur waktu, Anda akan mendapatkan ‘me-time’ yang berharga secara rutin. Istirahat akan membantu mengisi ulang energi karena waktu Anda terbagi antara rumah dan karir. Anda tak akan bisa menjadi ibu atau pasangan yang baik jika tubuh Anda saja tak sehat dan segar.

    NIA PRATIWI


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.