Ankylosing Spondylitis, Apa Gejala dan Dampaknya pada Penderita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Nyeri tubuh/pegel linu. phytolov.com

    Ilustrasi Nyeri tubuh/pegel linu. phytolov.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Pernahkah Anda mendengar kondisi kronis yang disebut Ankylosing Spondylitis atau AS? Gejalanya adalah radang persendian dan sakit punggung. Kondisi ini lebuh banyak dialami oleh laki-laki dan gejalanya berkembang secara bertahap, kadang sampai bertahun-tahun.

    Kini, para pakar menyatakan rasa sakit dan kelelahan luar biasa yang diakibatkan kondisi ini bisa berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya sehingga dibutuhkan pengobatan baru untuk mengatasinya. Seperti dilansir Express.co.ukAnkylosing Spondylitis menyebabkan nyeri punggung, rasa kaku, serta kelelahan. Saat ini belum ada pengobatan buat Ankylosing Spondylitis.

    Akan tetapi, sebuah penelitian terbaru memberi sedikit pencerahan mengenai faktor-faktor yang memperkirakan kualitas hidup seperti apa yang dialami penderita Ankylosing Spondylitis. Penelitian di Universitas Aberdeen, Skotlandia, mengindikasikan beberapa faktor berikut, yang termasuk rasa sakit, kelelahan, dan fungsi tubuh yang buruk seusai menganalisis data dari 959 penderita.

    Lima faktor yang diprediksi sebagai kualitas hidup yang akan mengganggu penderita adalah kelelahan sedang sampai berat, fungsi tubuh yang buruk, rasa sakit kronis yang menyebar, aktivitas penyakit yang tinggi, dan pergerakan tulang belakang yang buruk.

    Ankylosing Spondylitis adalah kondisi yang luar biasa menyakitkan dan dialami oleh 200 ribu orang di Inggris, serta bisa secara dramatis menurunkan kualitas hidup seseorang, dan menjadikan aktivitas sehari-hari seperti berjalan ke toko atau berdiri di dapur menjadi sangat sulit,” kata Dr. Devi Rani Sagar, manajer penelitian di Arthritis Research Inggris.

    “Penelitian terbaru menunjukkan dampak rasa sakit dan kelelahan pada kualitas hidup penderitanya, dan dengan memonitor gejala-gejalanya akan membantu memberikan indikasi yang lebih baik mengenai pengobatannya. Kami menunggu lebih banyak penelitian untuk mendapatkan cara-cara efektif untuk mengurangi rasa sakit dan kelelahan dan membantu hidup penderitanya lebih baik,” ujar Sagar.

    PIPIT

    Baca juga:

    Diet Artis Korea Dijamin Rusak karena 5 Makanan Berikut
    5 Sayuran yang Lebih Sehat Jika Dimasak Sebelum Dimakan
    Jangan Pelihara Kura-kura dan Iguana di Rumah, Berisiko buat Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.