Pekerja Bergelar Sarjana Jadi Incaran Perusahaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mencari lowongan pekerjaan di internet. shutterstock.com

    Ilustrasi mencari lowongan pekerjaan di internet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Career Builder pada Maret 2017 menunjukkan sebanyak 38 persen perusahaan menaikkan persyaratan pendidikan selama 5 tahun terakhir. Sebanyak 33 persen perusahaan memilih mempekerjakan orang bergelar master untuk posisi yang selama ini dipegang oleh mereka yang memiliki gelar sarjana, dan 41 persen memilih pelamar bergelar sarjana untuk posisi yang selama ini dipegang oleh lulusan sekolah menengah atas. Baca: 10 Sinyal Wawancara Kerja Berhasil

    Kenapa perusahaan memilih mempekerjakan orang dengan gelar sarjana untuk posisi yang selama ini dipegang oleh lulusan SMA? Dalam survei tersebut terungkap, kebutuhan keterampilan telah berubah dan ada beberapa keuntungan jika mempekerjakan sarjana. Misalnya, kualitas pekerjaan yang lebih tinggi, produktivitas yang lebih besar, lebih komunikatif dan inovatif.


    Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo

    Seiring dengan kebutuhan pekerja berpendidikan tinggi, beberapa perusahaan berencana memudahkan karyawannya untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang mereka butuhkan. Sekitar setengah dari pengusaha berencana menyediakan kesempatan belajar berbasis kompetensi secara pnline kepada karyawan pada 2017. Sebanyak 41 persen perusahaan menyekolahkan kembali karyawannya untuk mendapatkan gelar lanjutan, dengan 14 persen perusahaan mendanai sepenuhnya dan 22 persen mendanai sebagian biaya pendidikan.

    Para pekerja juga memiliki keinginan untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan mereka. Sekitar 1 dari 5 pekerja memilih mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau mengikuti pelatihan agar mereka lebih bernilai. Artikel lainnya: Lelah Bekerja, Kamu Jadi Baper dan Malas

    NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.