Terlalu Sering Mewarnai Rambut Bisa Sebabkan Kanker dan Asma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Andrew Burton

    REUTERS/Andrew Burton

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut adalah daya tarik tersendiri buat seseorang dan juga menunjang penampilan. Karena itulah banyak orang yang hobi mewarnai rambut agar terlihat lebih indah dan keren.

    Salah satu cara untuk membuat rambut tampak lebih indah dan menonjol memang dengan mewarnainya. Setiap tahun, tren warna rambut pun berubah sehingga kita biasanya juga akan selalu mengikuti tren yang ada.

    Namun, terlalu sering mewarnai rambut ternyata juga bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Bukan cuma sekedar rambut rontok atau kering, ini dia penyakit yang bisa kita alami karena sering mewarnai rambut.

    1. Kanker
    Terlalu sering menggunakan pewarna rambut ternyata juga bisa memicu kanker. Pewarna rambut memang kaya akan zat kimia dan bila sering digunakan maka bisa membuat kita lebih rentan terkena kanker dan juga perubahan hormon.

    2. Asma
    Tak hanya risiko terkena kanker saja, terlalu sering menggunakan pewarna rambut juga bisa menyebabkan asma. Adanya zat kimia Paraphenylenediamine (PPD) dalam pewarna rambut bisa membuat kita kesulitan saat bernafas.

    3. Alergi
    Kandungan PPD dalam pewarna rambut memang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Alergi pun juga bisa disebabkan karena adanya kandungan ini dalam cat rambut. Gejala-gejala seperti gatal di area kulit kepala hingga adanya warna kemerahan biasanya menunjukkan bahwa kita terkena alergi akibat penggunaan cat rambut.

    4. Iritasi mata
    Cat rambut tak hanya bisa berbahaya bagi rambut. Mata juga bisa terkena efek samping jika terlalu sering mewarnai rambut. Kandungan bahan kimia pada cat rambut bisa menyebabkan iritasi pada mata saat tak sengaja mengenainya. Mata pun bisa berubah menjadi merah dan bengkak saat terkena bahan cat rambut tersebut.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Tak Mau Kalah dari Alis Bergelombang, Alis Kepang pun Ikut Viral
    Jangan Pakai Produk Makeup yang Diuji ke Hewan
    Boyband Korea BTS Segera Luncurkan Produk Tabir Surya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.