Kate Middleton Alami Hiperemesis Gravidarum, Bakal Terulang Setiap Hamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Kate Middleton menyapa warga dalam kunjungan ke pasar di pusat bersejarah kota Heidelberg, Jerman, 20 Juli 2017. Sebelumnya negara ini mengunjungi negara Polandia. AP

    Putri Kate Middleton menyapa warga dalam kunjungan ke pasar di pusat bersejarah kota Heidelberg, Jerman, 20 Juli 2017. Sebelumnya negara ini mengunjungi negara Polandia. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kate Middleton menjadi satu dari sekitar 1.000 perempuan yang mengalami hiperemesis gravidarum atau HG yang menyerang ibu hamil. Kondisi ini membuat berat badan ibu terus menyusut karena rasa mual yang berlebihan. Keadaan yang paling ekstrem dapat membuat kerongkongan robek, pembuluh darah pecah, email gigi terkikis, dan stres pascatrauma. Baca: Kate Middleton Punya Trik Khusus Sembunyikan Kehamilan, Apa Itu?

    Jika Anda menganggap hiperemesis gravidarum sama seperti morning sickness yang parah, Wakil Ketua Pregnancy Sickness Support, Caitlin Dean menegaskan pemahaman seperti itu menyesatkan. Kate Middleton mengalami hiperemesis gravidarum setiap kali hamil, yakni saat mengandung Pangeran George, Putri Charlotte, dan kini pada kehamilan ketiganya. Baca juga: Hamil Anak Ketiga, Kate Middleton Kembali Terserang HG

    "Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu muntah hingga 50 kali dalam sehari," kata Caitlin Dean. Si ibu, yang biasanya baru sadar mengalami hiperemesis gravidarum saat trisemester pertama kehamilan, bahkan tak bisa menelan karena air liurnya sendiri membuatnya muntah. Ada pula yang muntah hebat ketika mencium aroma tubuh suami atau anaknya.

    Dalam kasus yang ekstrim, menurut Caitlin, ibu hamil harus dirawat inap untuk mencegah dehidrasi dan mendapat nutrisi melalui intravena. Bagi ibu hamil yang tak tahan dengan kondisi ini, Caitlin mengatakan, tercatat sekitar 1.000 orang dari mereka setiap tahun memilih aborsi.

    Penyebab hiperemesis gravidarum diperkirakan karena unsur genetic. Jika ibu atau saudara perempuan merasakan penyakit ini, maka Anda 30 persen berpeluang mengalaminya juga. "Yang buruk adalah, jika Anda pernah mengalaminya sekali, kemungkinan akan kambuh setiap kali hamil," ujar Caitlin. Berikut ini fakta tentang hiperemesis gravidarum:

    1. Apakah HG membahayakan bayi dalam kandungan?
    Caitlin menjelaskan ada kemungkinan beberapa komplikasi seumur hidup yang terkait dengan gizi buruk selama minggu-minggu awal kehamilan. Sebab itu, penting untuk mencari pertolongan lebih cepat. Adapun dokter Claire Bailey berpendapat, penderita hiperemesis gravidarum harus mendapat nutrisi tambahan jika berat badan ibu turun sebanyak 5 persen sejak sebelum hamil.

    2. Apakah ada makanan atau minuman yang bisa ditolerir?
    Makanan kering, hambar, seperti biskuit atau roti tawar bisa dikonsumsi jika dimakan dengan sangat lambat. Ibu juga dapat menyesap es batu sebagai ganti asupan air. Caitlin menyarankan untuk menghindari jahe karena dari hasil penelitian yang dilakukannya, jahe tidak mampu meredakan morning sickness.

    3. Minta bantuan
    Caitlin Dean dan dokter Bailey menyarankan ibu meminta pertolongan kepada pasangan, keluarga, teman, atau paramedis. "Anda akan sedikit lega jika berbicara dengan seseorang yang tahu bagaimana meredakan hiperemesis gravidarum," ujar Caitlin. Artikel terkait: Kate Middleton Dirawat di Rumah Sakit, Candaannya Jadi Kenyataan?

    COSMOPOLITAN | NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.