Polah Prisia Nasution Saat Ngambek Sama Mama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Prisia Nasution saat ditemui Usai Pemutaran film Interchange di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017

    Aktris Prisia Nasution saat ditemui Usai Pemutaran film Interchange di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Prisia Wulandari Nasution, 33 tahun, punya polah yang unik sejak kecil. Dia gemar memanjat, terutama saat ngambek kepada mamanya.

    “Waktu kecil suka ngumpet di atap kalau lagi ngambek sama Mama,” ujarnya. Kegemaran memanjat itu kemudian tersalurkan ketika mengenal olahraga panjat dinding pada awal tahun 2000. Saat itu, ia mengisi waktu di tengah pelatihan nasional pencak silat. Tapi hobi ini tenggelam seiring dengan banyaknya arena pemanjatan yang tutup di Jakarta.

    Gairah Prisia Nasution memuncak lagi sejak tahun lalu, ketika teman mengajaknya ke gelanggang pemanjatan di Jakarta dan Serpong serta di bukit batu di Citatah, Padalarang, Jawa Barat. Lima bulan lalu, dia membangun bouldering di rumahnya. “Karena pada dasarnya aku malas bepergian.”


    Aktris Prisia Nasution berpose di boulder tempat latihan olahraga panjat tebing di rumahnya di Jakarta, 18 Agustus 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Hobi ini menunjang pekerjaannya. April lalu, peraih Piala Citra 2011 ini menjalani syuting Merah Putih Memanggil, film perang yang akan tayang pada 5 Oktober mendatang, di Gunung Bunder, Jawa Barat. Saat adegan menuruni tebing di sisi curug, Prisia menolak tawaran menggunakan pemeran pengganti. “Kapan lagi bisa rappelling (turun tebing) di air terjun,” ujarnya.

    Kini, Prisia Nasution kembali merindukan olahraga panjat tebing. Musababnya, tiga pekan lalu, ibu jari kaki kirinya bengkak akibat salah menendang saat berlatih muaythai. Akibatnya, mantan pesilat yang menggemari basket, renang, dan selam, ini wajib puasa panjat dinding. Ia hanya bisa memandangi bouldering wall, dinding panjat kecil berbentuk kanopi, di beranda belakang rumahnya.

    Namun, ketika Tempo hendak mengambil gambarnya di depan dinding itu, hasrat Prisia Nasution tak terbendung. Pemanjat berlisensi ini bersalin pakaian, mengenakan sepatu memanjat, dan melumuri telapak tangannya dengan kapur.

    Hup, tubuh 1,72 meter dan 57 kilogram itu langsung merayap laksana cicak di dinding. Ia menggunakan tumit sebagai tumpuan kaki kiri. “Ternyata masih bisa,” kata Prisia dengan senyum mengembang, di rumahnya di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

    M. REZA MAULANA

    Baca juga:

    Raisa Olah Tubuh Sebelum Hari Pernikahan
    Idul Adha, Trik Menjaga Kandungan Protein pada Daging Kambing
    Mau Punya Tubuh Seperti Model Victoria`s Secret? Tiru Latihannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.