Pasien Kanker Butuh Lemak Lebih Banyak, Lemak Apa Dulu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bahan makanan. Homeliving.com

    Ilustrasi bahan makanan. Homeliving.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbeda dari mereka yang sehat, pasien kanker membutuhkan lebih banyak asupan lemak khususnya lemak tak jenuh untuk tubuhnya. 

    Konsumsi lemak pada orang sehat yakni 30 persen, yakni 10 persen merupakan lemak jenuh (hewani), 10 persen lemak tak jenuh tunggal misalnya dari minyak zaitun dan alpukat dan sisanya lemak tak jenuh ganda yakni omega-3.  Baca3 Hal yang Mengurangi Risiko Kanker Hingga 35 Persen

    "Sementara kalau orang sudah menderita kanker, lemak bisa ditingkatkan menjadi 40 persen. Sebaiknya lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda," ujar Spesialis Nutrisi dari RSCM, DR. Dr. Fiastuti Wijaksono MSc, MS, SpGK di Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017. 

    Dia mengatakan lemak bisa membantu menekan inflamasi sehingga membantu agar sistem imun pasien kanker tak menurun. Sel kanker tak bisa menyentuh lemak untuk tumbuh.  

    ADVERTISEMENT

    "Lemak yang bisa membantu menekan inflamasi, tidak menyebabkan imunnya menurun, khususnya lemak yang bentuknya omega-3. Makanya disarankan konsumsi omega-3 yakni, 2,1 gram per hari," kata Fiastuti. BacaKanker Ovarium Lebin Rentan Dialami Perempuan Lajang?

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. Dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM menegaskan, tak ada makanan pantangan bagi pasien kanker seperti anggapan yang beredar selama ini di masyarakat.

    "Tak ada pantangan makanan," tutur dia.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.