5 Asupan Penetralisir Daging Kambing agar Tak Ganggu Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sajian ayam saus mole, begitu menggoda selera. Masakan Maroko didominasi oleh bumbu rempah-rempah, dan berbagai macam jenis daging seperti, domba, sapi, kambing dan ayam. 8 Desember 2014. AP Photo/Matthew Mead.

    Sajian ayam saus mole, begitu menggoda selera. Masakan Maroko didominasi oleh bumbu rempah-rempah, dan berbagai macam jenis daging seperti, domba, sapi, kambing dan ayam. 8 Desember 2014. AP Photo/Matthew Mead.

    TEMPO.CO, Jakarta - Umat Muslim akan merayakan Idul Adha pada 1 September 2017. Seperti yang sudah menjadi tradisi, hidangan berbahan dasar daging kambing akan menjadi teman di rumah dalam wujud sate, gulai, semur, dan tongseng. Namun sebelum mengkonsumsi daging kambing, pahami dulu hal-hal berikut ini agar makan tetap nikmat dan kesehatan tetap terjaga. Baca: Rambu Sebelum Makan Daging Sapi dan Kambing

    Seperti juga daging sapi, daging kambing adalah jenis daging merah dan mengandung protein dan zat besi yang sangat tinggi tapi rendah lemak. Selain daging, orang juga mengkonsumsi susu kambing, dan menggunakan kulit dan bulunya untuk berbagai peralatan.

    Seperti dilansir Women Planetdaging kambing mengandung vitamin B, vitamin E, vitamin K, kolin, protein, lemak alami, betain, kolesterol, asam amino, dan mineral seperti mangan, zat besi, kalsium, seng, tembaga, fosfor, dan selenium. Daging kambing juga mengandung elektrolit seperti sodium dan potasium, asam lemak omega-3 dan omega-6. Bisa dikatakan, daging kambing memenuhi semua yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Meski demikian, ada juga hal negatif dari daging kambing bila dikonsumsi dengan berlebihan, misalnya keracunan makanan, dan berat badan naik. Daging kambing juga bukan sahabat buat penderita penyakit ginjal, jantung, diabetes, dan masalah pencernaan. Baca juga: Tip Mengolah Daging Kambing agar Tak Bau dan Tetap Sehat

    Kandungan lemak jenuh pada daging kambing bisa meningkatkan risiko pada pembuluh darah dan jantung. Sebab itu, batasi konsumsi daging kambing. Berapa banyak daging yang boleh dikonsumsi tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.

    Kemudian, untuk mengimbangi efek negatif dari daging sapi atau daging kambing, cobalah mengkonsumsi makanan yang bisa menetralkan dampak tersebut.

    1. Acar

    Buat acar campuran mentimun, bawang merah, dan wortel karena bisa menjadi penyeimbang kenaikan kolesterol dalam darah. Bawang dan mentimun mengandung asam amino belerang yang berguna menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kolesterol baik (HDL).

    2. Teh

    Minum teh tawar panas juga baik sebagai penawar konsumsi daging kambing dan kenaikan kolesterol jahat. Apapun jenis teh tidak masalah karena semua teh mengandung katecin yang bisa menurunkan kolesterol jahat. Simak: Yuk, Cicip Kaliyo Iga Kambing

    3. Jus jeruk

    Selain menyegarkan, minuman ini juga bagus sebagai penawar selama tidak ditambahkan gula karena jus jeruk sangat manjur untuk menurunkan kolesterol.

    4. Tomat

    Kandungan likopen pada tomat dan hasil prosesnya juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol

    5. Almon

    Almon atau jenis kacang lain juga bisa menjadi penawar efek kolesterol dari daging kambing berkat kandungan lemak tak jenuh yang sangat berguna untuk menetralkan kolesterol jahat. Artikel terkait: Mahasiswa Unair Punya Jawaban Turunkan Kolesterol Daging Kambing

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.