Manfaat Berpuasa di Luar Bulan Ramadan, Termasuk Puasa Arafah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berpuasa / wanita beribadah / wanita salat. iinanews.org

    Ilustrasi wanita berpuasa / wanita beribadah / wanita salat. iinanews.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beragam puasa yang dilakukan selain puasa di bulan Ramadan. Ada puasa setiap hari Senin dan Kamis, puasa Daud yang dilakukan selang-seling setiap hari, dan puasa menjelang Hari Raya Idul Adha yakni Puasa Arafah. Baca: Puasa Arafah, Simak 7 Kebaikan Berpuasa bagi Jiwa dan Raga

    Lalu, bagaimana berpuasa untuk menurunkan berat badan? Belakangan istilah intermittent fasting atau berpuasa/tidak makan yang sesungguhnya semakin menggugah rasa ingin tahu orang.

    Tujuan orang berdiet karena ingin menurunkan berat badan, membentuk otot agar tubuh terlihat lebih oke, dan membuang lemak. Banyak diet yang mengajarkan hitung-hitungan kalori yang diasup atau mengontrol porsi makanan demi tercapainya tujuan. Tapi kita juga bisa memilih diet dengan cara berpuasa untuk hasil yang lebih baik.

    Intermittent fasting ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan dari yang kita perkirakan sebelumnya. Berikut manfaatnya, seperti dilansir lamas askdrmanny. Baca juga: Puasa Arafah, 5 Kebaikan Puasa Tak Hanya Kesehatan

    ADVERTISEMENT

    1. Menurunkan berat badan
    Jangan percaya bahwa puasa itu tak baik buat kesehatan dan sedikit pengaruhnya pada penurunan berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan hasil sebaliknya. Penelitian dilakukan oleh seorang profesor dari Universitas Illinois ddan dimuat di jurnal JAMA Internal Medicine.

    2. Memperbaiki metabolisme
    Dampak positif lain dari intermittent fasting adalah merangsang metabolisme. Diet lain mungkin memaksa tubuh untuk membakar kalori, berpuasa justru memicu hormon stres norepinefrin.

    Hormon ini mengaktivasi respons perjuangan tubuh dan hasilnya semakin banyak asam lemak yang dikeluarkan dan digunakan oleh tubuh. Sebuah penelitian terhadap 11 orang menunjukkan puasa ini bisa memperbaiki metabolisme hingga 14 persen.

    3. Mencegah penyakit
    Selain membantu orang memangkas berat badan dan membakar lemak, intermittent fasting juga membantu mencegah penyakit dan memperbaiki kesehatan. Penyebab utamanya, berpuasa terbukti mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah dan meningkatkan sensitivitas insulin secara signifikan sehingga baik untuk mencegah diabetes tipe 2. Penyakit juga bisa disebabkan oleh radikal bebas dan peradangan.

    Dalam sebuah penelitian, 10 orang dewasa gemuk dan menderita asma diminta berpuasa. Detelah delapan pekan, mereka menunjukkan perkembangan siginifikan dalam hal gejala asma yang berkurang, kadar kolesterol jahat atau LDL turun, stres oksidatif berkurang, dan meningkatnya kadar antioksidan di tubuh.

    Salah satu manfaat penting dari berpuasa adalah regenerasi sel-sel. Selama berpuasa, tubuh sebenarnya memetabolisme sel-sel yang sudah tua dan rusak. Artikel terkait: Keutamaan dan Pahala Melakukan Puasa Arafah

    PIPIT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.