Jangan Pelihara Burung Hantu, Simak Alasan JK Rowling

Reporter

Editor

Susandijani

JK Rowling. REUTERS

TEMPO.CO, JakartaJK Rowling melalui Twitter meminta para penggemar Harry Potter untuk tidak memelihara burung hantu setelah dia mendengar cerita yang tidak menyenangkan.

"Saya baru saja membaca cerita yang sangat mengganggu tentang memelihara burung hantu. Seperti membuat Horcrux, ini hanya ada di cerita fiksi. Tolong, jangan," kata Rowling di akun Twitternya @jk_rowling.

Sementara beberapa waktu lalu, aktor "Game of Thrones", Peter Dinklage, seperti dilansir dari laman Digital Spy, mengetahui banyak penggemar serial itu yang membeli anjing husky karena terlihat seperti "direwolves".

Baca juga:
6 Rahasia Mencegah Penuaan Dini, Tak Perlu Diet
Kaos Kecebong Kaesang Pangarep Laku Keras, Simak Rahasianya
Suka Plesiran Takut Keracunan, Ada Tips Manjur ala Kanaya Tabitha

Sayangnya, anjing itu banyak yang dibiarkan begitu saja sehingga angka penelantaran anjing meningkat.

"Tolong, untuk semua penggemar 'Game of Thrones', kami paham karena popularitas direwolves, banyak yang membeli husky," katanya.

"Ini tidak hanya menyakiti anjing liar yang ingin mendapat tempat di penampungan, tapi, ada laporan banyak husky yang ditelantarkan, yang sering terjadi karena memiliki anjing tanpa memahami kebutuhan mereka," kata Dinklage dalam keterangan tertulis.

"Tolong, tolong, kalau ingin bawa anjing ke rumah, pastikan Anda siap menerima tanggung jawab yang besar ini dan harap ingat, selalu adopsi dari penampungan," tambah dia.

Organisasi PETA menyatakan ini bukan pertama kalinya budaya populer menyebabkan penelantaran anjing.

Dulu, film "Men in Black", "Legally Blonde" dan "101 Dalmatians" juga menyebabkan kasus yang serupa.

ANTARA






Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

1 hari lalu

Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

Katherine, mahasiswa Unair yang menjalani International Undergraduate Program jurusan Psikologi. Simak kisahnya.


83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

13 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

14 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

41 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

55 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

57 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?