Kaus Kecebong Kaesang Pangarep Laku Keras, Simak Rahasianya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep. Instagram.com

    Kaesang Pangarep. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, telah meluncurkan produk kreatifnya, kaus dengan logo "Kolektor Kecebong" di kawasan car free day, tepatnya dekat bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu, 27 Agustus 2017.

    Kaus produk kreatif Kaesang Pangarep yang dijual seharga Rp 150 ribu per buah dan digelar di kawasan CFD itu menjadi perhatian para pengunjung, serta penjualannya sudah mencapai ratusan kaus dengan tema "Sang Java". (Baca: Heboh di Instagram, Kaesang Pangarep Unggah Gaya Duduk Sang Kakak

    Kaesang yang menciptakan produk kaus Kolektor Kecebong tersebut menggambarkan sejumlah kebiasaan masyarakat perihal ketergantungan dengan media sosial (medsos) yang menjadi tren sekarang ini.

    "Ide kreatif hingga produksi dilakukan di Kota Solo. Banyak teman yang mendukung ide itu. Saya sambil belajar menggeluti bisnis ini, sambil kuliah," kata putra ketiga Presiden Jokowi tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Kaesang yang dilahirkan di Surakarta pada 24 Desember 1994 tersebut, mengaku dia segera mengeluarkan desain kaus barunya pada satu-dua minggu ke depan untuk mengembangkan idenya itu.

    "Kami ini, sedang tes pasar dan ternyata penjualan sudah melebihi target atau 300 buah, baik melalui online maupun langsung. Kolektor Kecebong akan dikeluarkan menjadi beberapa seri," kata Kaesang. (BacaMakna Istilah Ndeso yang Disebut Kaesang Pangarep di Vlognya)

    Menurut Arum, salah satu tim kreatif desainer kaos Kolektor Kecebong, kaus yang diluncurkan pertama kali di CFD Solo ini, murni ide Kaesang bersama teman-temannya.

    "Kaus Kolektor Kecebong yang dijual Rp 150 ribu itu, ternyata disambut positif oleh masyarakat," kata Arum.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.