Yuk, Mempercantik Kulit dengan Lendir Siput  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi facial siput. Shutterstock.com

    Ilustrasi facial siput. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Siput yang tidak tahu siput, hewan melata bercangkang, lembek, dan berjalan sangat lambat. Tapi mahluk yang buat banyak orang menjijikkan ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

    Siput adalah makanan yang disajikan di restoran-restoran mewah dengan harga sangat mahal. Kini, siput pun dijadikan produk perawatan kulit papan atas dan harganya sudah pasti tidak murah.

    Dalam siput terkandung banyak zat yang bermanfaat bagi kulit, mampu melembapkan, mengurangi peradangan, dan mengecilka luka bekas jerawat. Helix aspersa muller glycoconjugates adalah nama teknis dari lendir yang diproduksi siput untuk melindungi tubuh lunak mereka dari goresan, bakteri, dan kerusakan akibat sinar matahari.

    Ternyata, lendir pelindung tersebut juga penuh zat-zat yang sangat baik buat kecantikan, seperti asam hialuronat, enzim glikoprotein, asam glikolat, antimikroba, peptida tembaga, proteoglikan, dan elastin. Seperti dilansir laman askdrmanny, semua zat tersebut diketahui mampu mempercantik kulit dan sudah disertakan ke dalam berbagai produk kecantikan.

    ADVERTISEMENT

    Penggunaan lendir siput, atau disebut juga krim siput, terbilang baru di industri kecantikan modern. Tapi manfaatnya sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Menggunakan siput untuk mempercepat penyembuhan di kulit sudah dilakukan oleh bangsa Yunani kuno berkat jasa Hipokrates, yang dikenal juga sebagai Bapak Ilmu Kedokteran.

    Siput dilumat dan dioleskan pada luka atau luka bakar agar cepat sembuh. Setelah itu, para peternak siput di Cile sebagai bahan makanan Prancis "escargot" mendapati bahwa kulit tangan mereka terlihat halus dan muda.

    Lendir siput pertama kali menarik perhatian produsen perawatan kulit di Korea Selatan, negeri yang dikenal sebagai surga kecantikan. Popularitas lendir siput menyebar ke Amerika Serikat beberapa tahun lalu tapi beberapa produsen tidak menyebutkan kandungan zat tersebut pada produk-produknya karena khawatir konsumen merasa jijik. Tapi kini mereka sudah berani menyebutkannya karena konsumen pun semakin senang mencoba pengalaman baru.

    Penelitian soal keampuhan krim siput untuk memperbaiki kulit memang masih terbatas. Tapi konsumen tidak terpengaruh dan terbukti popularitas krim siput terus menanjak.

    Bila Anda ingin merasakan khasiat krim siput, cobalah datang ke spa di Thailand atau Jepang dan membayar sekitar Rp 2,6 juta untuk sekali fasial dengan siput dalam arti yang sebenarnya, membiarkan siput merayapi wajah. Bila tak punya keberanian untuk melakukannya, cukuplah dengan membeli pelembap, krim mata, krim antipenuaan, pembersih, dan gel yang mengandung lendir siput, tapi jangan sampai terhanyut termakan iklan.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Resolusi Kecantikan 2017 yang Patut Diikuti
    Kiat Menyamarkan Kantong Mata dalam 7 Hari
    Ganti Produk Kecantikan Kok Tak Ada Khasiatnya, Apa yang Salah?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.