Kamis, 15 November 2018

7 Kiat Menjaga Jantung Tetap Muda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat pacu jantung. shutterstock.com

    Ilustrasi alat pacu jantung. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Selalu terlihat awet muda adalah keinginan banyak orang. Mereka bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membuat penampilan fisik dan wajah selalu terlihat muda meski usia beranjak senja. 

    Karena sibuk membuat penampilan luar lebih muda, mereka lupa menjaga bagian dalam tubuhnya agar tetap muda juga. Salah satunya jantung, organ penting yang sering mengalami penuaan dini karena pemiliknya yang kurang peduli pada kesehatannya.
     
    Usia yang semakin tua tidak berarti kita tak bisa memiliki jantung yang sehat. Kita tak pernah terlalu tua untuk mengurangi faktor-faktor risiko yang membuat usia jantung mendahului pemiliknya. Berikut ini tujuh hal yang bisa kita lakukan agar jantung tetap awet muda, seperti dilansir dari Very Well.
     
    1. Mengontrol penyakit kronis
    Berbagai masalah jantung dan pembuluh darah yang dialami lansia disebabkan oleh penyakit lain yang berhubungan dengan pertambahan usia, misalnya tekanan darah tinggi. Menjaga tekanan darah tetap normal akan mengurangi risiko penyakit jantung, begitu juga dengan mengontrol diabetes dan kolesterol tinggi. Penyakit tiroid juga bisa melemahkan jantung. Rajinlah memeriksakan diri, ikuti saran dokter, dan minum obat sesuai dengan anjuran.

    2. Jaga berat badan
    Daripada sibuk berdiet, kenapa tidak mencoba memilih makanan yang sehat sebelum badan membengkak. Bila berat badan sudah berlebih, membuatnya kembali normal butuh perjuangan keras. Cobalah memilih makanan sehat, seperti salmon, beri-berian, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Selain itu, tambah konsumsi serat dengan sayuran dan buah-buahan, ganti daging merah dengan ikan atau ayam.
     
    3. Selalu aktif
    Jantung adalah otot sehingga perlu dilatih untuk menjaga bentuknya. Berolahraga akan meningkatkan daya pompa jantung dan membantu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Rutin berolahraga juga membantu menjaga berat badan sehat dan mengontrol tekanan darah serta mengurangi stres. Tak ada kata terlambat untuk berolahraga. Bila sudah berumur lanjut, cobalah pilih program latihan yang sesuai, misalnya jalan kaki atau senam lansia.
     
    4. Berhenti merokok
    Tak ada kompromi, berhenti merokok sangat penting untuk melindungi jantung. Merokok adalah penyebab utama aterosklerosis, penyakit yang disebabkan oleh penumpukan kerak di pembuluh darah. Kerak menghambat aliran darah ke jantung dan organ-organ penting lain. Bila aliran darah sudah terhambat total bisa menyebabkan serangan jantung dan gagal ginjal. Merokok memang bikin kecanduan dan susah dihentikan. Rata-rata orang berusaha tujuh kali sebelum akhirnya benar-benar berhenti.
     
    5. Hindari alkohol
    Sama seperti rokok, alkohol juga membuat kecanduan. Jadi segera hentikan kebiasaan menenggak minuman keras.
     
    6. Rutin memeriksakan diri
    Rutin memeriksakan diri, termasuk tes darah, bisa membantu mengidentifikasi masalah jantung sebelum menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pemeriksaan ini harus dilakukan sejak dini dan terus berlanjut sampai tua, terutama bila kita menderita penyakit kronis.
     
    7. Perhatikan gejala berikut
    Bila merasakan gejala-gejala berikut ini, segera konsultasikan dengan dokter karena bisa jadi tak ada hubungannya dengan pertambahan usia.
     
    - Napas tersengal
    - Kaki bengkak
    - Dada nyeri
    - Kelelahan tanpa alasan dan cepat lelah
    - Jantung berdebar
    - Kebingungan
    - Pusing
     
    PIPIT

    Berita lainnya:
    Dokter Spesialis Ungkap Mitos Seputar Penyakit Jantung
    Waspada, Serangan Jantung Biasanya Terjadi Senin Pagi

    Rachel Amanda Kena Kanker Tiroid, Jantung Berdebar dan Leher Bengkak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.