Ketahui Karakter Si Dia dari Kebiasaan Makan

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi pria makan bersama teman-teman. simplyme.sg

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum memutuskan apakah dia adalah pasangan yang tepat untuk Anda, sebaiknya pahami terlebih dulu karakternya. Ada beragam cara untuk mengetahui karakter seseorang, salah satunya melalui kebiasaan saat makan.

Tak perlu melihat jauh ke dalam matanya. Perhatikan apa yang ada di piringnya atau bagaimana cara dia menyantapnya. Menu apa yang mereka pilih dan seberapa cepat atau lambat dia makan, dapat bercerita banyak tentang karakternya. Jika ingin tahu lebih banyak, simak penjelasan berikut ini seperti dilansir dari Times of India.

1. Makan perlahan
Jika pasangan Anda membutuhkan waktu untuk makan dan selalu menjadi orang terakhir yang menyelesaikannya, maka Anda beruntung karena dia orang yang percaya diri dan tenang. Mereka kekasih yang baik dan menghargai momentum kebersamaannya.

2. Makan cepat
Penelitian menunjukkan orang yang makan cepat adalah karakter mereka yang berambisi, berorientasi pada tujuan, dan selalu mencari sesuatu yang baru. Mereka selalu mempunyai tenaga yang besar tapi terkadang tidak sabar. Mereka juga cukup mengejutkan di ranjang.

3. Rewel soal makanan
Mereka tidak suka keluar dari zona nyaman dan bereksperimen dengan makanan yang ada di depannya. Studi menyiratkan orang seperti itu pada umumnya adalah pasangan yang gampang cemas dan sering kali khawatir pada hal-hal kecil karena mereka cenderung merenungkan masalah cukup lama.

4. Mencari yang tak ada di menu
Jika pasangan Anda meminta hidangan yang tidak ada di dalam menu dan suka bereksperimen dengan makanan, mereka pasti adalah petualang dalam hal makanan. Orang-orang seperti itu adalah pencari sensasi yang suka mengeksplorasi hal-hal baru. Terkadang, mereka mengharapkan pasangan untuk mengikutinya juga.

5. Perfeksionis
Ada orang yang suka makan makanannya selangkah demi selangkah, makan satu jenis makanan sebelum beralih ke yang berikutnya. Mereka suka sesuatu yang detil dan memiliki kecenderungan untuk menyempurnakan satu tugas sebelum beralih ke yang berikutnya. Mereka adalah pasangan yang cukup jeli, dan bisa menjadi kekasih yang hebat.

NIA PRATIWI

Berita lainnya:

3 Fakta Tentang Telur Mentah, Amankah Dikonsumsi?

11 Manfaat Memasukkan Mangga dalam Menu Makan
12 Tips Sehat Orang Jepang: Makan Nasi, Ngemil, dan Toilet Jongkok






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

7 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

8 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

35 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

49 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

51 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri