Fenomena 10 Detik Ini yang Membuat Gerhana Matahari Selalu Diburu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknik multiple exposure dalam pengambilan foto gerhana matahari total di Taman Nasional Pegunungan Great Smoky di Tennessee, 21 Agustus 2017. Gerhana matahari total terlihat di 14 negara bagian Amerika Serikat. REUTERS/Jonathan Ernst

    Teknik multiple exposure dalam pengambilan foto gerhana matahari total di Taman Nasional Pegunungan Great Smoky di Tennessee, 21 Agustus 2017. Gerhana matahari total terlihat di 14 negara bagian Amerika Serikat. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta -Bermulanya gerhana ditandai saat kepingan bulan pertama kali seperti ‘menggigit’ piringan matahari. Fase ini disebut Gerhana Matahari Sebagian (Partial Solar Eclipse) atau Kontak Pertama. Selanjutnya bulan terus menutupi matahari hingga sampai pada fase Kontak Kedua  – saat hampir semua matahari telah tertutupi oleh piringan bulan. Matahari akan menghilang dan langit gelap seperti senja.

    Akhirnya bulan pun menutupi seluruh piringan matahari yang disebut gerhana maksimum atau totalitas. Langit gelap dan hanya korona matahari yang tampak. Ini merupakan fase paling dramatis gerhana matahari total.

    Baca juga:
    Cara Para Selebritas Hollywood Merayakan Gerhana Matahari Total
    Temukan Pengalaman Fantastis Bermeditasi Saat Gerhana Matahari  
    Lihat Gerhana Matahari, Melania Trump Pilih Gaun Hitam

    Selanjutnya bulan mulai bergeser meninggalkan matahari sehingga orang akan mulai merasakan silau matahari yang disebut Kontak Ketiga. Kontak terakhir  adalah saat bulan tidak lagi menutupi piringan matahari, menandakan gerhana matahari telah usai.

    Momen gerhana matahari total, bukan sekadar hilangnya matahari yang menimbulkan kegelapan, tapi juga fenomena menarik selama fase gerhana. Pada 10-15 detik sebelum dan sesudah gerhana total, Baily’s beads akan terlihat pada fase Kontak Kedua, berupa gumpalan manik-manik cahaya di pinggiran bulan saat menutupi matahari. Bailey’s terjadi akibat permukaan gunung dan lembah pada permukaan bulan masih memungkinkan cahaya matahari untuk menerobos di sela-selanya.

    Pemandangan unik lain adalah yang disebut efek cincin berlian, yang terjadi ketika Baily’s Beads menghilang dan meninggalkan sinar sebelum totalitas gerhana. Pada momen ini, korona matahari membentuk cincin di sekeliling bulan, namun masih ada peninggalan Baily’s Beads tersisa berupa gumpalan cahaya seperti berlian. Akibatnya, keduanya nampak seperti cincin bermata berlian.

    Kromosfer matahari juga akan nampak berpendar kemerahan beberapa detik setelah efek cincin berlian hilang saat gerhana totalitas. Korona akan tampak redup mengeliling bulan yang telah menutupi keseluruhan matahari. Pita bayangan akan tampak sebagai garis bergelombang cahaya gelap terang hasil cahaya matahari yang dibiaskan atmosfer bumi.

    Berbagai fenomena saat gerhana, membuat lokasi gerhana matahari total diburu orang dari berbagai penjuru dunia, baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan maupun wisata.

    KOMUNIKA l IKA CHANDRA, SUSAN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.