Senin, 17 Desember 2018

Dehidrasi juga Ditentukan Urine, Bagaimana Mengukurnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi toilet umum. shutterstock.com

    Ilustrasi toilet umum. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain merasa haus, salah satu penanda tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi adalah urine yang berwarna kuning pekat.

    Oleh karena itu, spesialis Penyakit Dalam, dr. Surahman Muin, SpPD menyarankan kita mengkonsumsi air yang cukup, lalu mengusahakan produksi buang air kecil 40 cc per jam dengan warna urine kuning muda dan bening.

    "Panas dalam merupakan petunjuk terjadinya dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan sehingga perlu minum air. Selanjutnya, produksi buang air kecil diusahakan 40 cc per jam dengan warna urine kuning muda dan bening," kata dia dalam keterangan persnya, Rabu.

    Baca juga:
    Seks Bebas Rentan Picu Kanker Serviks, Begini Solusinya
    Cara Mudah Deteksi Penyakit? Pantau Tekanan Darah
    Mau Jajan di Luar? Simak Dulu Risikonya

    Kemudian, terkait pola makan, sebaiknya aturlah porsinya yakni karbohidrat sebanyak 35 persen,  protein 35 persen dan lemak 30 persen.

    Kondisi lingkungan yang panas lalu diperparah paparan panas matahari yang berlebihan berisiko menurunnya daya tahan tubuh.

    Akibatnya, dapat menyebabkan sejumlah gangguan pernapasan seperti radang rongga hidung dan pharings, bronkhitis, pneumonia atau infeksi paru.

    "Juga dapat memicu kemerahan pada konjungtiva, heat stroke atau sengatan panas serta kulit kaki menjadi pecah-pecah dan kering," tutur Surahman.

    Oleh karena itu, jangan lupa menyediakan botol minuman yang mudah dibawa-bawa agar dapat minum kapan saja untuk menghindari dehidrasi.

    Dehidrasi adalah suatu kondisi dimana cairan yang terkandung di dalam tubuh berkurang, sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".